info@parokiarnoldus.org +6221 880 1763
Geliat UMKM umat Paroki Bekasi
Ayo Beli Produk UMKM Umat Paroki Bekasi

Writed By Primus

www.parokibekasi.net

Agustus, 01 2020 PAROKIBEKASI.NET.
TAMBUN - CIBITUNG Meski Pandemi COVID-19 begitu hebat, sebagian umat Paroki Bekasi yang memiliki usaha dagang tetap bertahan. Mereka tetap berusaha untuk menawarkan ke masyarakat. Begitu terlihat, saat kami mengunjungi pelaku usaha umat Paroki Bekasi, stasi Sanpera Tambun.

Seporsi kecil grilled pork sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja.

Sore itu, bulan Juni 2020 sudah bersiap mengucapkan sayonara untuk berganti tempat dengan Juli bercuaca amat cerah.

Grilled pork alias babi panggang disantap dengan bumbu kecap manis berikut potongan-potongan cabai merah dan rawit.

Bumbu kecap pada piring cekung itu cair wujudnya.

Potongan grilled pork yang sudah direndam bumbu kecap itu pun masuk mulut dengan menyertakan rasa manis legit di sela rasa pedas tipis-tipis, bukan pedas banget.

"Ini usaha saya. Idenya, melestarikan resep tradisi ibu," begitu kata Paulus Secundus, si empunya masakan. Paulus berkisah, semasa hidup, Sang Ibu memang punya minat besar pada dunia memasak.

"Ibu suka memasak," kata Paulus menegaskan.

Paulus, warga Lingkungan Fransiskus Asisi 1, Wilayah Fransiskus Asisi, atau persisnya di Perumahan Taman Kintamani, Tambun, Kabupaten Bekasi, mengakui bahwa ide melestarikan resep itu memang dekat juga dengan kondisi pandemi Covid-19 yang juga melanda Bekasi.

Dampak pandemi memang luar biasa.

Salah satunya, tutur Paulus mengakui, pandemi corona perlahan tapi pasti, menggerus kondisi keuangan keluarga.

BACA JUGA :

Warung Arnoldus wadah umkm umat Gereja St. Arnoldus

Terbiasa bekerja mengelola retret dan kegiatan luar ruang (outbond) siswa-siswa sekolah menengah, Paulus harus menghadapi kenyataan bahwa sumber rezekinya tertutup sementara.

Aturan menjaga jarak yang menjadi salah satu kebijakan pemerintah untuk menanggulangi penyebaran virus corona membuat banyak sekolah menyetop kegiatan retret dan outbond.

Alhasil, karena sekitar empat bulan lebih sejak Februari 2020 tak ada order, raihan pemasukan penghasilan Paulus pun seret.

Namun demikian, Paulus mengakui, pantang baginya tunduk begitu saja pada pandemi corona.

"Makanya, saya memulai bisnis ini," ujar Paulus.

"Saya mulai dari lingkup kecil dulu, door to door, sales, and services," aku bapak dua anak yang menyematkan merek BaBiBu pada produknya tersebut.

Media Social

Sementara itu, di tengah wabah corona, linimasa media sosial Patricia Agustina Sri Sundari makin ramai dan ceria oleh berbagai foto maupun video pendek makanan olahan.

Ada bermacam kue basah. Ada juga beragam kue kering.

"Tapi andalan saya adalah stik bawang," tutur perempuan yang karib disapa Mbak Titin ini.

Titin mengaku, ide untuk membuat sekaligus menjual penganan ringan tersebut sudah dilakukannya jauh-jauh hari sebelum pandemi.

Kendati demikian, saat pandemi melanda, Titin memang jadi lebih banyak menawarkan produknya melalui media sosial.

Bagi Titin, sudah lumayan lama ada keinginan kuat untuk bisa mandiri secara finansial.

"Ini salah satu alasan," tutur perempuan berkaca mata ini.

Lebih dari itu, hobi memasak yang ada pada dirinya juga menjadi peluang yang cepat diraihnya.

"Usaha saya ini bisa sedikit membantu keuangan keluarga," ujar penyuka kopi ini.

Lebih lanjut, Titin bercerita bahwa dirinya menyematkan nama Dhea Snack & Kue sebagai merek usaha rumahannya.

"Itu nama anak perempuan saya, Maria Ardhya Kiranamurti," tutur warga Lingkungan Yohanes Pembaptis 1, Wilayah Yohanes Pembaptis ini.

Titin juga bercerita, media sosial menjadi kekuatannya untuk memasarkan produk penganannya.

Aktivis Organisasi Wanita Katolik Santo Petrus Rasul (WK Sanpera) ini pun merasakan betapa kekuatan media sosial mampu membuatnya menggaet kian banyak pelanggan.

Sedikit banyak, Titin sudah bisa merangkul konsumen di sekitar perumahan hingga pembeli yang juga relasinya mulai dari alumni sekolah dan sebagainya.

"Saya memanfaatkan kekuatan media sosial untuk menjadi etalase kue-kue yang saya buat, sehingga memudahkan konsumen di luar sana untuk melihat dan memutuskan apa yang diinginkannya, tanpa harus datang bertemu," tutur warga Perumahan Puri Cendana, Tambun ini.