info@parokiarnoldus.org +6221 880 1763
MISA PERDANA TATAP MUKA
GEREJA ARNOLDUS DI ERA KEHIDUPAN KENORMALAN BARU

Setelah Mendapat Ijin dari PemKot Bekasi dan KAJ

Di Pimpin Pastur Sebastianus Ndona, SVD

www.parokibekasi.net

...
Romo Levi membantu membagikan Hosti, komuni di misa Perdana Tatap Muka (6/9/2020) di era kehidupan kenormalan baru, dengan protokol kesehatan ketat dan umat terbatas


September, 06 2020 PAROKIBEKASI.NET - BEKASI
BEKASI. Sejak dikeluarkan kebijakan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) tentang peniadaan kegiatan kegerejaan di masa pandemi COVID-19, dimulai tanggal 20 Maret 2020 hingga saat ini, kini kebijakan tersebut dalam persiapan untuk diubah seiring kebijakan pemerintah yakni era memasuki kehidupan kenormalan baru.

Perubahan kebijakan itu tertuang dalam pers release (Senin, 8/7/2020) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), secara resmi memutuskan membuka kegiatan peribadatan di Gereja Katolik secara bertahap mulai Juli 2020. Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Jendral KAJ Romo Adi Prasojo, “Tatanan kehidupan baru (new normal) secara bertahap dimulai sejak paroki mendapatkan izin resmi dari KAJ, mulai Juli 2020," dalam keterangan tertulisnya, di Jakara, Senin, 8 Juni 2020.

Namun demikian, tidak serta merta, Gereja Katolik lantas mengadakan kegiatan kegerejaan seperti ibadah misa. Paroki-paroki di wilayah Keuskupan Agung Jakarta, termasuk Katedral Jakarta, diharap untuk menyiapkan diri. Panduan dari KAJ sangat jelas. Jika nantinya gereja-gereja Katolik di Jakarta akan dibuka maka para pengurus gereja harus memenuhi ketentuan mulai dari adanya penjagaan ketat dari petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan hingga harus adanya sarana dan prasarana untuk berjalannya kegiatan misa di era normal baru sesuai pedoman KAJ.

Dalam masa transisi ini, ibadat misa ekaristi masih diselenggarakan secara online (Live Streaming).

PAROKI BEKASI BERSIAP

Begitu juga dengan Paroki Bekasi. Paroki yang berada di wilayah Keuskupan Agung Jakarta. Paroki Bekasi pun, menyikapi kebijakan KAJ tersebut. Dewan Harian Paroki Bekasi pun membentuk satuan Tim Gugus Kendali Paroki, sebagai upaya sistematis dan struktural menyiapkan tatanan kehidupan baru sesuai panduan dari KAJ.

Umat sedang registrasi ulang, dengan menunjukkan QR yang diperoleh saat daftar di web belarasa.id

Perjuangan mengupayakan misa Tatap Muka oleh TIM Kendali Gugus Paroki untuk ibadah di Kehidupan Kenormalan Baru, Paroki Bekasi, menuju titik terang. Persyaratan perijinan yang disusun, kemudian untuk diajukan ditingkat pemerintah kota Bekasi akhirnya keluar hasil menggembirakan. Pemerintah Kota Bekasi memberi keputusan memperbolehkan. Memasuki bulan September 2020 keputusan KAJ pun akhirnya keluar. Keputusan memberikan ijin Gereja st. Arnoldus Janssen, Paroki Bekasi, boleh mengadakan misa tatap muka dengan protokol kesehatan dan jumlah yang terbatas.

AKHIRNYA TERWUJUD KERINDUAN UMAT: MISA PERDANA TATAP MUKA PAROKI BEKASI DIMULAI

Pagi yang cerah, di hari Minggu (6/9/2020). Gereja St. Arnoldus Janssen, tidak seperti biasanya. Ada kesibukan. Ya. Pagi itu ada misa tatap muka perdana dengan protokol kesehatan ketat dan terbatas yang sudah ditentukan prosedurnya. Misa di pimpin pastor Sebastianus Ndona SVD, didampingi pastor Paroki Bekasi lainnya. Misa itu juga disiarkan secara Live Streaming melalui akun youtube oleh Komsos Paroki Bekasi.

“Betul mas. Tanggal 6 september 2020 hari ini gereja kita sudah mulai dibolehkan mengadakan misa tatap muka dengan protokol kesehatan dan terbatas. Untuk hari ini dari Tim Gugus Kendali Paroki memutuskan umat perdananya dari panitia TGKP.” Salah satu dari Panitia petugas Tatib menjelaskan dengan bersemangat dan sumringah raut mukanya.

Dijelaskan pula oleh ketua TGKP, bahwa prosedur untuk mengikuti misa tatap muka dengan protokol kesehatan dan terbatas, secara tertulis maupun video nantinya akan didistribusikan sampai ke umat. Dengan harapan, umat nantinya bisa mengikuti SOP tersebut pada waktunya dibuka giliran ke umat secara umum untuk mengikuti misa tatap muka. Adapun hari ini dari panitia TGKP, lalu minggu depan baru percobaan dengan umatnya dari DP dan Korwil.

Umat sedang dilakukan cek suhu oleh petugas. Jika suhu 37,5 ke atas tidak diperbolehkan masuk. Info dari petugas

“Secara garis besar, gereja akan membuka kesempatan umat untuk bisa mengikuti misa di bulan Oktober. Jadi setelah itu baru akan dibuka pendaftaran untuk umat” Ketua TGKP menjelaskan kepada parokibekasi.net.

Nantinya, untuk umat secara kesuluruhan sama aturannya. Sebagaimana dituturkannya, umat harus jujur dalam kondisi sehat saat melakukan pendaftaran. Umat yang dibolehkan ikut misa adalah yang berumur 18 sampai 59 tahun pada saat pendaftaran, Jika kurang atau melebihi range umur itu maka saat pendaftaran di website belarasa.id akan ditolak.

Dalam SOP. Sejak dari rumah, umat sudah memakai masker, bawa sanitiser, dan menyiapkan kolekte dalam amplop. Gereja menyediakan 3 pintu masuk untuk mengurangi penumpukan umat saat melakukan registrasi. Pintu Strada untuk pengendara motor, pintu bawah untuk pengendara mobil, dan pintu atas untuk pejalan kaki. Setelah sampai di Gereja mununjukkan QR code yang diperoleh saat pendaftaran. Lalu cuci tangan sebelum memasuki gedung Gereja sesuai arahan petugas Tatib. Dan waktu pulang, dimohon umat langsung pulang dan tetap menjaga protokol kesehatan di masa pandemi ini dengan disiplin.

Bagi umat yang belum kebagian quota, atau yang tidak masuk aturan umur, dapat mengikuti misa secara Live Streaming di rumah masing-masing.

Agar lebih jelas, dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi ke umat. “seperti yang saya sampaikan, umat nanti akan disosialisasikan melalui media resmi Paroki” begitu pungkas ketua TGKP sebelum ia meninggalkan Gereja.