info@parokiarnoldus.org +6221 880 1763

RENUNGAN MINGGU 13 SEPTEMBER 2020

KUALITAS PENGAMPUNAN

Bacaan : Sir. 27:30-28:7 Rom. 14:7-9

Injil : Matius 18:21-35


Pastur Ambrosius Pantola, SVD


www.parokibekasi.net


Ilustrasi Pengampunan Tanpa Batas

September, 13 2020 PAROKIBEKASI.NET

"Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali." (Mat.28:22).

Yesus mengajarkan suatu kualitas pengampunan yang dikehendaki Tuhan kepada para murid, yaitu pengampunan tanpa batas. Sesuai amanat injil hari ini ajaran ini dapat kita lihat dari dua peristiwa yakni dialog Yesus dengan Petrus dan cerita perumpamaan mengenai kerajaan surga.

Dalam peristiwa pertama, petrus tampak mengetahui dengan baik tentang pengampunan orang yahudi. Orang yahudi mengampuni orang sampai tiga kali saja. Namun petrus menginginkan tindakan mengampuni lebih dari itu : sampai tujuh kali. Petrus berpikir bahwa mengampuni sampai tujuh kali itu sudah hebat dan pasti mendapat pujian dari Yesus.

Namun, ternyata jumlah itu sama sekali tidak cukup untuk Yesus. Yesus menambahkan: "Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali". Suatu jumlah tak terbatas, angka sempurna di atas sempurna. Tujuh dan sepuluh adalah angka sempurna dalam kebiasaan yahudi. Dengan ini, Yesus mau menunjukkan kualitas pengampunan itu. Pengampunan itu harus tak terbatas, bulat, utuh dan menyeluruh.

Yesus juga mau menunjukkan hal serupa dalam kisah perumpamaan tentang hamba yang berutang. Hamba yang berutang 10.000 talenta itu sebenarnya tidak mempunyai apa-apa lagi. Karena untuk membayar utang itu, ia sendiri, anak, istri dan segala miliknya mesti dijual. Namun raja itu membebaskan dia dan menghapuskan utangnya tanpa bayar sepeser pun.

Demikianlah semestinya kualitas pengampunan yang dikehendaki Tuhan. Mengampuni orang yang bersalah tanpa syarat, sampai tuntas dan selesai. Mengampuni orang hanya di bibir saja bukanlah pengampunan tanpa batas. Ketika kita memberi maaf kepada orang tetapi masih menanti saat yang tepat untuk membalas dendam bukan pengampunan tanpa batas. Ketika kita mengampuni orang tetapi tetap menggosipkan namanya bukan pengampunan tanpa batas. Pengampunan tanpa batas menuntut suatu kesadaran batin. Dari sanalah keluar suatu pengampunan yang utuh, sempurna, sampai tuntas dan selesai. Tanpa itu, kita hanya bermain sandiwara n tentang pengampunan.

Selamat hari minggu untuk semua umat, para sahabat. Tuhan Yesus & Bunda Maria memberkati dan mendoakan kita. Sukses & sehat.