info@parokiarnoldus.org +6221 880 1763

RENUNGAN MINGGU, 6 SEPTEMBER 2020

KERENDAHAN HATI UNTUK MENERIMA KOREKSI DARI TEMAN MEMERLUKAN KEMATANGAN PRIBADI SESEORANG.

Bacaan: Yeh. 33:7-9 ; Rom. 13:8-10

Injil: Mat. 18:15-20


Pastur Ambrosius Pantola, SVD


www.parokibekasi.net

Ilustrasi Komunikasi Tegur Sapa

September, 13 2020 PAROKIBEKASI.NET
"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah ia di bawah empat mata." (Mat.18:15)

Dalam kehidupan kita sebagai manusia, sulit kita membebaskan diri dari kesalahan dan dosa.

Dalam kabar gembira hari ini lewat injil matius Yesus memberitahukan dan memerintahkan para murid-Nya untuk segera memberi pertolongan bagi sesama yang salah atau keliru dalam hidup. Yesus mengatakan kepada para murid bahwa kalau saudaranya berbuat dosa, tegurlah ia di bawah empat mata.

Yesus mau menggarisbawahi dua hal :

  • Tidak tepat bagi seorang murid untuk bersikap masa bodoh dan membiarkan kesalahan sesamanya. Seorang murid / pengikut Tuhan berkewajiban membantu sesama yang bersalah / berdosa. Seorang murid bertanggungjawab untuk menyadarkan dan mengangkat sesamanya dari lembah dosa dengan menegurnya. Yang penting dan utama karena mengasihi dan mencintai sesama maka yang bersangkutan menyampaikan, memperingatkan sesamanya dari dosa. Murid / pengikut Tuhan yang memiliki kedalaman hidup rohani dan kasih sejati mampu mengoreksi , menasehati, tanpa melukai, menjatuhkan atau mempermalukan sesama yang bersalah atau berdosa. Sebaliknya bagi yang bersalah atau yang berdosa harus memiliki sikap kerendahan hati dan keterbukaan untuk menerima koreksi atau nasehat dari sesamanya, jika demikian maka itu merupakan pertumbuhan rohani dan kematangan pribadi yang berguna dari orang yang bersalah atau berdosa.

  • Yesus mengingatkan para murid tentang cara menegur / menasehati yang baik. Para murid diajar supaya menegur di bawah empat mata. Ini suatu personal approach, suatu pendekatan pribadi yang dimotivasi oleh kasih.

Kita hendaknya tidak mempertimbangkan apakah orang yang bersalah itu menerima atau tidak. Tindakan utama kita adalah berusaha menyadarkan orang yang bersalah itu tentang kesalahan atau dosa yang dilakukannya.

Oleh karena itu ketika mau membantu, menyadarkan sesama kita hendaknya selalu ingat nasehat Yesus : tegurlah ia di bawah empat mata, dari hati ke hati. Dengan demikian kita akan menemukan suasana keterbukaan dan kepolosan. Akhirnya kita boleh berharap, usaha dan bantuan kita berhasil diterima dan disambut dengan baik. Kita dapat menyelamatkan orang yang bersalah / berdosa itu.

Selamat hari minggu untuk semua umat dan para sahabat. Tuhan Yesus & Bunda Maria memberkati dan mendoakan kita. Sukses & sehat.


RENUNGAN LAINNYA


Homili Misa Minggu XXIII
September, 06 2020 | Ajakan BKSN 2020

Artikel Tim KKS Paroki Bekasi : Kitab Suci Menghidupiku.
September, 01 2020 | referensi BKSN 2020