info@parokiarnoldus.org +6221 880 1763

RENUNGAN RABU, 09 SEPTEMBER 2020

SIKAP HIDUP YANG DINAMIS AWAL KEMAJUAN

Bacaan : 1Kor. 7:25-31

Injil : Luk. 6:20-26


Pastur Ambrosius Pantola, SVD

www.parokibekasi.net


September, 09 September 2020 PAROKIBEKASI.NET
"Berbahagialah hai kamu yang miskin, berbahagialah hai kamu yang sekarang ini lapar....." (Luk.6:20-22).

Mengapa dalam injil hari ini Tuhan menekankan kebahagiaan pada orang-orang yang menurut ukuran manusia tidak menguntungkan/memuaskan? Ada beberapa alasan :

  • Tuhan tidak memuji penderitaan yang dialami manusia. Tuhan menghendaki kebahagiaan, kesuksesan, kegembiraan untuk manusia. Pada dasarnya Tuhan mau supaya manusia hidup baik.

  • Di mata Tuhan, orang-orang yang menurut ukuran manusia kurang menguntungkan atau memuaskan tetap memiliki kelebihan. Pada mereka masih ada hal-hal yang terpuji seperti tidak melakukan kelaliman dan kebohongan kepada orang lain. Mereka juga tidak melakukan pemberontakan atau revolusi yang keras. Mereka hanya melakukan aksi mogok atau baring. " Mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya". (Bdk.zef.2.3.12-13).

Dari dua alasan di atas apa yang kita ambil dan pegang untuk hidup kita?

  • Hidup kita tidak sempurna. Ada hal-hal yg kurang menguntungkan dan kurang memuaskan, baik pribadi maupun hidup bersama.

  • Menghadapi hal seperti ini, kita perlu menyadari dan mengingat bahwa Tuhan menghendaki kebahagiaan dalam hidup kita.

    Artinya hidup yg dilandasi oleh suatu gerakan jiwa atau hati dari dalam untuk maju. Ingin menjadi orang baik adalah sesuatu yg memberikan kedamaian dan kebahagiaan.

  • Kehendak Tuhan agar hidup kita bahagia dan baik. Sisi-sisi yg kurang menguntungkan dalam diri kita tidak berarti bahwa kita adalah orang yang konyol, tidak berarti apa-apa. Dalam diri kita masih ada begitu banyak hal yg unggul dan terpuji.

  • Lebih dari itu Tuhan mau supaya kita hidup bahagia, baik, bukan saja krn ada sejuta harapan dalam hidup kita, melainkan krn Dia masih mau agar kita memiliki andil, berguna bagi orang lain.

" Yang bodoh Ia pilih untuk memalukan yg pintar, yg lemah Ia pilih untuk memalukan yg kuat dan sebagainya..." ( 1kor. 1:27-29).

Karena itu apa yang kurang menguntungkan/memuaskan dlm hidup kita, kiranya tidak sampai mengurangkan hati, cinta, pelayanan kita terhadap orang lain. Dengan apa yg kurang memuaskan, kita masih diajak oleh Tuhan untuk berguna bagi sesama.

Maka sungguh, "Berbahagialah yg miskin di hadapan Allah; berbahagialah orang berdukacita; berbahagialah orang yg lapar dan haus akan kebenaran..."

Tuhan Yesus & Bunda Maria memberkati dan mendoakan kita. Sukses & sehat.


RENUNGAN LAINNYA



Homili Misa Minggu XXIII
September, 06 2020 | Ajakan BKSN 2020

Artikel Tim KKS Paroki Bekasi : Kitab Suci Menghidupiku.
September, 01 2020 | referensi BKSN 2020