Panjikrlsto/ HIDUP 2 Agustus 2009
Saat berdiri, paroki ini memiliki jumlah umat 700 jiwa. Tiga puluh tahun kemudian, umatnya menjadi 20.455 jiwa. Minggu, 26/7, segenap umat mensyukuri perjalanan paroki ini.
PERAYAAN syukur itu dilakukan dalam Misa konselebrasi tujuh imam. Konselebran utama adalah Pastor Sylvester Nong Pr, didampingi Pastor Anselmus Selvus SVD, Pastor Hendrikus Meko SVD, Pastor Victor Bani SVD, Pastor Yanto SVD, Pastor Hendrik Sihotang OFMCap, serta Pastor Florentinus Gekeng SVD.
Misa meriah ini merupakan puncak dari rangkaian perayaan 30 tahun berdirinya Paroki St Amoldus Janssen Bekasi. Menurut Ketua Panitia Perayaan, Agustinus Setiohadi Mulyono, puncak perayaan diundur dari 25 Februari 2009, yang merupakan hari resmi berdirinya paroki ini. Pengunduran dikarenakan saat itu bertepatan dengan Masa Pra Paskah.
Serangkaian kegiatan telah dilakukan. Misa pembukaan yang menampilkan musisi Didik SSS (28/2-1/3), lomba menghias altar (19/4 – 26/7), pelayanan kesehatan gratis (Apnil-Mei), seminar sehari tentang bagaima¬na menghadapi krisis global (Juni), Doa Lectio Divina di wilayah dan lingkungan (Juni), Misa penutupan serta lomba tumpeng antarwilayah (26 Juli).
Makan bersama
Untuk pertama kali sejak 30 tahun, umat dan para imam berkesempatan makan bersama. Kebersamaan imam dan umat ini berlangsung di halaman TK Strada yang biasanya men¬jadi tempat parkir. Di lokasi tersebut, tersedia makanan dan minuman yang bisa disantap umat paroki, sejak Sabtu sore hingga Minggu siang.
Sementara itu, OMK dan Kelompok Bina Iman memeriahkan panggung dengan menampilkan berbagai acara. Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan website Paroki Amoldus serta buku kisah St. Arnoldus Jansen— Abdi Yesus Yang Setia.
“Tujuan perayaan ini adalah mensyukuri penjalanan selama 30 tahun paroki ini, dan adanya kebersamaan antara pastor dan umat paroki,” ungkap Mulyono.
Pastor Hendrikus Meko SYD, selaku pastor rekan di paroki tersebut, bersyukur bisa bergembira bersama umat paroki, merasakan kebersamaan bersama umat. “Hal ini baru pertama kali di paroki ini. Kami merasakan persaudaraan dalam perayaan seperti ini.”
Wakil Dewan Paroki St Arnoldus, Antonius Triwahyudi mengakui, perayaan ini merupakan terobosan baru. “Pesta tidak hanya bersama para pengurus paroki tapi bersama semua umat. Karena, umat merupakan sumber kekuatan yang luarbiasa.Bahkan, kami juga mengundang tokoh-tokoh masyarakat di sekeliling kamL”
Hadir dalam perayaan ini Saman, Dardi, dan Sanih. Mereka adalah Ketua-ketua RT dan RW setempat. Tampak juga Petrus Sugeng, tokoh umat yang terlibat dalam proses pendirian gereja pada tahun 1979. Ia menyaksikan perjalanan panjang paroki tersebut hingga saat ini. “Saya sangat senang dan bangga melihat perkembangan Gereja yang cukup pesat.”
Catatan:
Tahun 1967 Keuskupan Agung Jakarta rnembeli sebidang tanah di Jl ir H Juanda Bekasi. Pada tahun yang sama di atas tanah tersebut didirikan Sekoiah Strada Budi Luhur.
Tahun 1970, berdiri Stasi Bekasi yang merupakan perkembangan dari Paroki St Anna Durcn Sawit, dilayani pastor dan frater Yesuit dengan Misa dua kali sebulan.
Pada 25 Februari 1979 resmi berdiri sebagai paroki. Mgr Leo Sukoto SJ (Alm) meresmikannya dengan nama pelindung Santo Arnoldus Janssen Sebagai pelindung, adalah Ordo Serikat Sabda Allah (SVD) Pastor kepala paroki yang pertarna adaIah Pastor Yan Lali SVD.
Baptisan pertama pada 23 Maret 1979. Jumlah umat saat ini sebanyak 20.455 jiwa atau 5 239 KK, tersebar dalam 33 wilayah dengan 149 lingkungan termasuk Stasi St Petrus Rasul, Tambun, Cibitung.
Foto-foto oleh: Anang, Y.B.
Baca juga:
Puncak Perayaan HUT Paroki St. Arnoldus, Bekasi ke-30 (1979-2009)
Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:
- Sejarah pastor victor bani svd (3)
- GEREJA ARNOLDUS YANSEN (3)
- yan lali svd (2)
- pastor victor bani svd (2)
- PAROKI ST ARNOLDUS JANSEN BEKASI (2)
- lagu arnoldus yansen (2)
- Sejarah Berdiri Gereja st arnoldus bekasi (1)
- santo arnoldus jansen (1)
- stasi santo petrus tambun (1)
- santo arnoldus (1)
Artikel terkait:



