Sandal Jepit Gereja

Sandal Jepit Gereja

Masa bakti pengurus lingkungan periode 2006-2009 tinggal menghitung hari. Banyak kenangan manis, pahit, dan jenaka tersimpan di benak setiap pengurus lingkungan. Ada yang menyimpannya di dalam hati saja, namun ada juga yang secara sungguh-sungguh merangkainya menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Buku “Sandal Jepit Gereja” adalah sebuah buku tentang keseharian seorang ketua lingkungan yang ditulis oleh seorang ketua lingkungan di Paroki Arnoldus, Bekasi. Cerita sederhana, remeh,  namun menyentuh dan penuh inspiratif bakal menjadi daya tarik tersendiri saat Anda membacanya.

Sinopsis buku “Sandal Jepit Gereja”

Dalam struktur Gereja Katholik yang dahsyat dan dipelihara secara kukuh, posisi seorang ketua lingkungan berada di lapisan terendah sedangkan Paus tentulah menempati struktur nun jauh di atas. Jadi, andai diperkenankan berandai-andai, Paus pantaslah kita sebut sebagai mahkota gereja, sedangkan seorang ketua lingkungan di lapis dasar cukuplah menjadi… Sandal jepit gereja.

Sudah layak dan sepantasnya, bila dalam perjalanan gereja yang melintasi jalanan berbatu, pastilah si Sandal jepit akan paling dulu merasakan nyeri saat gereja terantuk batu-batu runcing. Sandal jepit tentu akan menjadi pihak yang paling belepotan saat gereja melintasi lumpur pekat. Sandal jepit juga akan menjadi sosok yang paling berat menanggung beban bila gereja semakin lama semakin besar.

Melalui buku Sandal Jepit Gereja Anda akan diajak masuk ke dalam kehidupan seorang ketua lingkungan dengan lebih dekat, menyelami persoalan-persoalan yang dihadapi yang bahkan Anda pun mungkin tidak membayangkan sebelumnya.

Sandal Jepit Gereja ditulis dengan kalimat-kalimat  jernih, ringan, dan jenaka. Namun jangan kaget jika di beberapa penggal kisah –tanpa Anda sadari- air mata anda akan menetes haru!

Sandal Jepit Gereja patut menjadi “bacaan wajib” bagi semua umat katholik termasuk para rohaniwan agar bisa memiliki pemahaman yang lebih manusiawi mengenai sosok seorang ketua lingkungan.

Komentar yang sudah membaca buku ini:

Anselmus Selvus, SVD, Pastor paroki St. Arnoldus Janssen-Bekasi:
“Hal-hal kecil dalam hidup menggereja di kelompok basis bagaikan kerikil-kerikil tajam di jalan yang luput dari perhatian para pejalan kaki – baik yang bersandal jepit maupun yang tidak – namun sungguh menyakitkan bila terinjak. Demikian juga hal-hal sederhana dan riil yang dikisahkan dalam buku ini sungguh menyentak batin dan memberi inspirasi bagi setiap orang Katolik, terutama pelayan jemaat untuk mereformasi hidup iman dan pelayanannya.”

L. Indah M. Yulianti,Dosen di Universitas Atma Jaya Yogyakarta:
“Inilah sajian “reality show” yang betul-betul riil. Menyentuh, menggelitik bahkan kadang terasa menampar muka kita dengan cara sangat halus. Kisah-kisah sederhana dalam kehidupan nyata yang sering tak terperhatikan telah disusun dengan apik dan bahasa sederhana, menjadikan untaian kisah di buku ini layak dibaca oleh semua kalangan”

Her Suharyanto, Penulis Independen, Executive Editor jurutulis.com:

“Luar biasa. Baru sekali ini saya membaca tulisan gaya awam (bukan klerus) yang sangat reflektif ketika menulis soal gereja. Para romo pun banyak yang menulis dengan “otak”… tak banyak yang menulis dengan “hati”. Kekuatan buku ini menurut saya ada pada refleksi, pada kedalaman hati pada proses penulisannya. Tulisan Anang, Y.B. dekat sekali dengan “iman riil sehari-hari”, sesuatu yang selama ini luput dari pandangan penulis gerejani.”

Buku Berisi kisah-kisah antara lain:
Menangislah Lektorku,
Selingkuhlah, Kau Kutunggu
Lupakan Sinterklas
Koin untuk Yesus
18 Jam Pertama Sejak Gempa Mengguncang
Bahkan Bunga Bakung pun Mengajariku
Keajaiban dari Sebuah Kalimat Positif.

Judul: SANDAL JEPIT GEREJA

Penulis: Anang, Y.B.

Penerbit OBOR Jakarta

Ukuran: 11 x 17.5 cm

Halaman: 224 hlm
Harga: Rp. 27.500

Berminat mengoleksinya…?

Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:

Artikel terkait:

  1. Antara Petugas Tatib dan Ketua Lingkungan Sinting
  2. Setelah kudapatkan teman seperjuangan di “Sandal Jepit Gereja”
  3. Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan 2009-2012
  4. Bina Iman Lingkungan 1 Gregorius Agung Emang Cinta Indonesia
  5. Kebersamaan Imam dan Umat (Catatan 30 Tahun Paroki St Arnoldus Bekasi)

2 Responses to “Catatan Harian Seorang Ketua Lingkungan”

  1. Leo Lumbantoruan says:

    Ini buku yang sebaiknya dimiliki oleh ketua lingkungan…
    Baik untuk refleksi dan referensi…

    Boleh sy pesan satu Mas..

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>