Renungan Minggu Biasa XXX – 25 Oktober 2009
Yer 31,7-9; Ibr 5,1-6; Mrk 10,46-52
oleh: Rm. Victor Bani, SVD
Demikianlah jawaban Bartimeus, si Buta dari kota Yarikho, atas pertanyaan Yesus: „Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?“ Ada dua hal menarik yang bisa dijadikan sebagai bahan rekfleksi dari cerita penyembuhan yang sangat sederhana ini.
Yang pertama, dalam Injil Markus, penyembuhan terhadap Bartimues adalah penyembuhan terakhir yang dilakukan Yesus sebelum Dia memasuki kota Yerusalem untuk dibunuh. Berbeda dengan cerita penyembuhan lainnya dimana Yesus biasanya langsung menyembuhkan seseorang setelah tahu apa yang menjadi kebutuhan ataupun permintaannya, sebelum menyembuhkan Bartimeus, terlebih dahulu Yesus menanyakan apa yang menjadi keinginannya (ayat 51; bdk. ayat 36). Bartimeus harus menyatakan keinginannya terlebih dahulu, sebelum Yesus berbuat sesuatu. Sebagai Allah yang Mahatahu, Yesus tentu mengetahui apa yang menjadi permohonan dan permintaan seseorang, meskipun hal tersebut belum sempat terucapkan. Sebagai Allah, Diapun tentunya tahu apa yang menjadi kebutuhan seseorang dan apa yang tersimpan dalam lubuk hatinya yang terdalam. Yesus tahu segala sesuatu yang menjadi keinginan setiap manusia. Meskipun demikian, Yesus mau agar setiap orang berani menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya. Yesus ingin supaya setiap orang bertanggung jawab dengan apa yang dimintanya. Karena itu, setiap orang harus menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya kepada Tuhan. Keinginan Yesus ini sejalan dengan apa yag disampaikan-Nya dalam Injil Matius bab 7,7-11: „Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukaka“.
Yang kedua, kepada Yesus yang lewat di dekatnya, Bartimeus berteriak-teriak tanpa putus-putusnya meminta kesembuhan dan dia mendapatkannya. Pertanyaan untuk kita, apa yang ingin kita mintakan dari Yesus ketika Dia berkenan hadir di tengah-tengah kita? Apa yang kita mohonkan kepada Tuhan setiap kali kita berdoa kepada-Nya? Kita bisa belajar dari banyak tokoh dalam Kitab Suci. Kepada Allah, Abraham dan Sarah, istrinya, meminta anak, dan mereka mendapatkan Ishak. Kepada Yahwe, Salomo meminta kebijaksanaan, dan Tuhan memberikan segala yang dia butuhkan. Kepada Tuhan, Zakharia dan Elisabeth memohonkan keturunan, dan mereka mendapatkan Yohanes. Kepada Yesus, Yakobus dan Yohanes meminta tempat di sisi kiri dan kanan-Nya di dalam Kerajaan Surga. Lalu kita, apa yang ingin kita mintakan dari Yesus? Apakah kita meminta sesuatu yang sungguh-sungguh kita butuhkan dalam hidup kita, seperti yang dimintakan oleh Bartimeus, Abraham dan Sarah serta Salomo dan Zakharia beserta istrinya, Elisabeth? Ataukan kita memohonkan sesuatu hanya untuk memuaskan keinginan sesaat kita? Jawabannya bergantung pada masing-masing kita.
Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:
- yesus menyembuhkan bartimeus (6)
- rabuni matius (2)
- bartimeus fokus kepada yesus (1)
- Rabuni supaya aku dapat melihat? (1)
- renungan Ketoklah (1)
- teks drama tentang Yesus menyembuhkan Bartimeus yang buta (1)
- teks drama yesus (1)
- teks misa minggu kitab suci nasional (1)
- yesus menyembuhkan bartimeus renungan katolik (1)
- pelepasan smp maria goretti (1)
Artikel terkait:

Wah, ya itu Mo, kami ini manusia serakah dan ingin cepat saji. Jadi permohonan sering kurang fokus ( banyak keinginan ) dan cepat lupa.
Mohon maaf Mo, mengomentari ” banyolan” khotbah Misa minggu pagi tentang iklan jarum 76 :
versi pertama : permintaan pulang-kembali.
versi kedua : permintaan kembang desa.
versi mutakhir : permintaan jangkrik.Nah, ini kebiasaan “tiyang jawi”, bila kesenggol atau kaget, muncul kata latah “binatang”.
Mohon maaf lho Mo dan terimakasih atas khotbah yang indah.
Thanks untuk tanggapannya ya. Saya punya tiga videoclip iklan itu yang saya temukan di Youtube. Sebenarnya saya pingin tunjukkan salah satunya dalam kotbah minggu pagi itu. Tapi kita belum punya kebiasaan untuk itu dan juga agak merepotkan. Mungkin lain kali aja ya… Kita semua masih harus belajar untuk meminta hanya yang paling penting dan kita butuhkan saja dalam hidup. Persoalannya, semuanya kita anggap penting dan butuhkan ya….
salam dari arnoldus