By Tim PKK KAUM MUDA St Arnoldus Bekasi

Syaloom….

Sabtu 12 Desember 2009 kemarin PKK Kaum Muda Arnoldus mengadakan pertemuan dan membahas tentang   mengampuni dan melupakan itu mungkin dan bisa. Kali ini pembicara kita adalah Ka Dodo. Kita pasti pernah merasakan marah, kecewa, sedih dan sakit hati karena perbuatan seseorang terhadap kita dan kita tak bisa dengan mudah memaafkan orang itu terkadang malah menjadikan dendam dalam hati kita. Tapi kita tetap harus mengampuni orang itu agar kita pun mendapatkan pengampunan dari Bapa kita yang penuh kasih.

Ada empat pandangan yang sering kali disalahartikan oleh kita tentang mengampuni, yaitu:

Mengampuni bila memiliki alasan yang tepat.

Sering kali kita memaafkan orang lain dan mengampuni kesalahannya bila kita telah mendengar penjelasan dan alasan mengapa orang lain berbuat salah. Ternyata Hal ini bukanlah pengapunan melainkan menunjukan pembenaran diri karena Mengampuni itu tanpa syarat atau pun embel-embel lainnya.

? Mengampuni ? pemutihan

Selama ini banyak orang yang bilang mengampuni namun ia tidak melakukan pemutihan hubungan kembali. Bila kita mengampuni orang lain hal itu berarti satu paket dengan memutihkan kembali hubungan kita dengan orang itu. Terkadang kita mengampuni orang lain tapi ternyata bila orang itu berbuat salah lagi kita akan mengungkit  kesalahannya yang sebelumnya. Mengampuni itu berarti kita membersihkan semua kesalahan orang itu dan melupakan apa yang telah di perbuat oleh dia terhadap kita tampa sisa sedikit pun.

? Keadilan yang ditumpuk dan ditunda

Pernah tidak teman-teman mengatakan pada orang yang bersalah kepada kita, ”Baiklah, untuk kali ini aku ampuni tapi lain kali aku nggak akan ampuni lagi!” Pengampunan seperti ini hanyalah pengampunan semu karena sebenarnya kita tidak memaafkan dia, tapi menunda pengampunan dan mengumpulkan kesalahan orang itu sampai batas tertentu hingga kita punya alasan untuk tidak mengampuni dia. Hal ini akan berbahaya bagi diri kita karena jika suatu saat timbunan kesalahan orang itu sudah melampaui kuota yang ada maka akan terjadi ledakan amarah.

? Membereskan Urusan melalui pengadilan

Pengampunan yang di berikan melalui proses pengadilan dalam menyelesaikan permasalahan pun bukanlah pengampunan. Hal in karena dalam proses penyelesaian keputusan yang di hasilkan berdasarkan pertimbangan pihak lain, bukan dari hati kita.

Mengampuni itu memang sulit apalagi bila kesalahan orang itu sangat fatal, kita tidak akan mudah memberikan pengampunan begitu saja. Kita pasti berharap orang itu harus merasakan juga apa yang kita rasakan baru kita bisa memberi pengampunan.

Mengapa seh kita harus memberi pengampunan? Ada beberapa alasan yang dapat kita jadikan pegangan ketika kita begitu sulit mengampuni kesalahan orang lain:

? Ingatlah Mengampuni kesalahan orang lain adalah perintah Allah seperti tertulis dalam Injil Markus 11:25 dan Lukas 17:3-4

? Pikirkan saja Mengampuni merupakan bagian dari sifat Allah seperti tertulis dalam kitab Keluaran 34:6-7a dan Efesus 4:32-5:2

? Kita tidak dapat pengampunan Allah jika kita tidak dapat mengampuni orang yang bersalah terhadap kita. Dasarnya yaitu Matius 6:14-15 dan 1 Yohanes 4:20-21

? Kita akan melukai diri kita sendiri bila kita tidak bisa mengampuni orang lain, karena kita akan terfokus pada kesalahan orang lain dan memenuhi pikiran kita dengan pikiran-pikiran negatif.

? Kita pun akan melukai orang lain bila kita tidak bisa mengampuni. Kita secara pribadi pasti dapat merasakan adanya keganjilan dalam hubungan kita dengan orang yang menyakiti atau kita sakiti dan hal ini akan berdampak pada komunitas dimana kita berada. Mereka yang tidak terlibat juga akan merasakan dampaknya.( Ibrani 12:15, Yakobus 1:20 dan Amsal 12:18)

? Kita merusak Injil/ kabar gembira yang kita beritakan jika kita gagal dalam mengampuni orang lain hal ini tertulis dalam Yoh 13:34-35. Allah menginginkan kita saling mengasihi sesama manusia, bila kita tidak dapat mengampuni berarti kita tidak memiliki kasih yang di harapkan Allah ada pada kita. Injil merupakan kabar gembira, bila kita tidak mengampuni bagaimana kita bisa memberitakan kabar gembira yang ada dalam injil??

Seringkali karena tidak dapat mengampuni akan timbul kebencian dihati yang nantinya menjadi bumerang bagi diri kita sendiri. Saat kita tidak dapat mengampuni seseorang maka saat itu kita telah memberitahukan gambaran yang salah tentang hubungan kita dengan Tuhan.

Tidak mengampuni menggambarkan sebuah pribadi yang egois, tidak memiliki toleransi, dan tidak tahu terima kasih. Semua sifat yang tidak di sukai oleh Bapa yang menginginkan kita menjadi pribadi yang penuh kasih. Memang sulit untuk mengampuni, namun ka Dodo punya saran yang bisa di coba agar kita menjadi pribadi yang penuh ampun dan mudah memaafkan orang lain yaitu:

Pisahkan kenyataan yang menyakitkan, anggap saja masa lalu atau sejarah. Kejadian-kejadian yang menyebabkan kita sakit hati sehingga sulit mengampuni sebisa mungkin kita buang dari pikiran dan hati kita, Hilangkan reaksi emosi kita terhadap kenyataan tersebut. Bila pun kita masih mengingat kejadian tersebut kita dapat mengingatnya tanpa ada emosi atau perasaan negatif mengenai kejadian itu.

Menghapus hubungan sambil menanggung harga dari perbaikan hubungan.

Pemulihan oleh Allah.

Mengampuni memang sulit tapi tidak ada kesalahan yang tak dapat diampuni. Seberat apapun kesalalahan kita Allah akan mengampuni kita jika kita mau dengan rendah hati mengakuinya. Dan jika kita ingin mendapatkan pengampunan dari Bapa maka terlebih dahulu kita harus mengampuni saudara yang bersalah kepada kita. Mengampuni itu seperti membeli hadiah yang sangat mahal untuk seseorang, sehingga kita harus mencicilnya sedikit demi sedikit hingga kita dapat membayarnya dengan lunas. Apakah sekarang kita masih sulit untuk mengampuni kesalahan orang lain??? Rahmat Allah akan membantu kita semua.

Jesus Love you…..

Kita tutup dengan sharing iman dari cynthia :

Memaafkan… Tiap orang pasti tau kalau itu kudu dan baik untuk kesehatan Tapiiiiiii… g semua orang bisa memaafkan dengan mudah. Jujur ada 2 hal yang saat PD kemarin di bahas aku alamin sekarang, 2 hal yang tidak bisa dianggap memaafkan :

1. kalau kita bilang,”Jangan diulangi lagi ya” itu berarti belum memaafkan. Kalau cowoku lagi nyebelin aku biasanya ngomong kaya gitu, hehehe. Hmmm… Ini tu kaya pengharapan agar orang yang buat kesalahan sama aku berubah, tidak ngulang kesalahannya dan menyesal. Intinya sie aku seperti kecewa dan sebenernya males maafin, tp yaaa kayanya g ada salahnya kasih kesempatan lagi, walopun memang masih terus-terusan. Dan emang males juga cari ribut (ini salah satu alesan untuk poin yang kedua jg)

2. ‘pemutihan’ – mengganggap kesalahan yang telah terjadi seakan tidak terjadi, atau sudah beres juga gak berarti memaafkan Untuk yang satu ini, aku ada pengalaman dengan salah satu teman kantor. Hampir tiap hari ada aja hal yang buat aku kesel. Contoh kecil di luar kerjaan, spt aku sedang setel lagu, terus kaya saingan dia juga ikutan setel lagu, yang pada akhirnya aku yang ngalah matiin laguku (rasanya mau bilang ‘uuuuh g hargain orang bener sie’) Terus apa pun masalah di kantor dia selalu aja mau, mau ikut campur (rese). Kalau dia dikasih karena ada kerjaan yang salah pasti bete dan cari2 alesan, dan ujung2nya dia bilang manager aja g protes (managerku memang pas bener dia orang yang sangat sabar sekali dan hampir g pernah menegur) Setelah saat itu ya aku tutup mata aja kalau dia buat salah, g jarangjuga aku benerin kesalahan dia (daripada jadi musuh, tapi hati rasanya gondok bener, di kos aku sering nangis, ngerasa kok punya temen kantor g bisa di ajak kerja sama bener, cape juga terus2an kerja begini, apalagi terkadang dia hobi cari muka). Temen2 pernah merasakan hal yang mirip atau bahkan sama??

Maaf yang sungguh2 emang susah bener, dan buat susah. Seperti saat aku belum tulus memaafkan orang2 tersebut di atas aku seperti memakai topeng, dan itu bener2 buat hati kalau g gondok, ya g tenang. Kaya ada yang ngeganjel. Berhubungan dengan siapa pun, keluarga, teman, boss di kantor, guru, dosen… pasti kita di kelilingi orang yang menyebalkan (walopun g smuanya, paling tidak ada 1 atau bahkan lebih) Kadang saking sebelnya mending cuek2an aja deh, lu lu gue gue, dan akhirnya hubungan retak ?.

Putus pacar, hubungan sama adik / kakak bahkan orang tua g baik juga bisa karena kita sama2 belum memaafkan secara tulus. Memaafkan aja susah ya, apalagi minta maaf yaaa??? Apalagi manusia itu pada dasarnya egois, maunya di ngertiin dan susah ngertiin orang. Termasuk aku untuk minta maaf itu huaaaaaaaaa, gengsi booo!

Tapi teman-teman, karena kekuatan TUHAN, aku diberanikan di berikan kesempatan untuk memaafkan dan juga berani untuk minta maaf. Di saat bisa memaafkan aku seperti ada kelegaan dan bisa lebih mudah lagi menjalin relasi atau hubungan pada orang lain, terutama yang pernah buat kesalahan itu.

Jika memang harus ditegur atau cari solusi, bisa juga diselesaikan baik2 bersama. Dengan begitu satu sama lain juga jadi belajar saling memahami. Hubungan yang pernah retak pun seperti di lem dengan lem super kuat karena dilandasi dengan kasih dan ketulusan. Mudahnya sie, dengan berfikir, BAPA di surga saja terus mengampuni aku yang sering buat salah, kenapa aku tidak belajar memaafkan!?

Semoga kita terus menjadi berkat di setiap kita berada, dan di awali dengan keberanian untuk memaafkan! Semoga sharing ini memberkati dan menguatkan kita semua…..

(okky teguh)

Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:

Artikel terkait:

  1. Mintalah, maka kamu akan diberi
  2. Antara Cinta dan Pengkhianatan
  3. Sakramen Tobat sebagai Sarana Berdamai dengan Allah
  4. 07 Oktober 2009
  5. 13 Agustus 2009

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>