
- Image via Wikipedia
Bagaimana Anda memaknai jargon “Bekerjasama Melawan Kemiskinan”? Tentu tiap orang -baik secara sendiri-sendiri maupun berkelompok- akan menjabarkannya dengan cara yang berbeda. Salah satu langkah konkret adalah dengan cara menghimpun dana secara bersama-sama dan selanjutnya menggunakannya secara adil dan profesional untuk menjalankan suatu usaha.
Anda pernah mendengar tentang Credit Union? Lembaga keuangan ini cukup unik karena sebagian besar masuk ke wilayah-wilayah Indonesia diperkenalkan oleh para romo. Credit union adalah lembaga keuangan yang memiliki tujuan yang benar-benar berbeda. Credit union adalah bisnis untuk membantu anggota meningkatkan standar hidupnya melalui pencapaian sasaran-sasaran keuangan yang dimiliki para anggota. Credit union adalah bisnis untuk menyediakan pelayanan keuangan kepada anggota dengan biaya yang serendah mungkin. Credit union menyediakan kendaraan; para anggota menggunakan kendaraan tersebut supaya sampai pada tujuan keuangan mereka.
Bagaimana credit union membantu para anggotanya? Caranya adalah dengan menawarkan pelayanan keuangan kepada anggota, pelayanan yang kadangkala tidak disediakan oleh lembaga keuangan lain. Credit union menambahkan manfaat keuangan kepada anggota dengan biaya yang lebih rendah dan tingkat laba yang lebih tinggi. Credit union membantu anggota dengan menawarkan pendidikan agar hidup hemat, kredit, dan pelayanan lain yang menguntungkan. Credit union mendengarkan aspirasi para anggotanya. Credit union terlibat dalam kehidupan keuangan para anggotanya, dan credit union membantu anggota agar hidup sejahtera dan berjangka panjang.
Tiga prinsip utama Credit Union adalah yaitu: 1) azas swadaya (tabungan hanya diperoleh dari anggotanya); 2) azas setia kawan (pinjaman hanya diberikan kepada anggota) dan 3) azas pendidikan dan penyadaran (membangun watak adalah yang utama; hanya yang berwatak baik yang dapat diberi pinjaman).
Di wilayah bekasi, Credit Union hadir lewat KOPDIT MAKMUR BERSAMA . Perlahan tapi pasti, pengalaman 5 tahun menunjukkan Koperasi Kredit Makmur Bersama berkembang terus, meski perlahan.Karena adanya perencanaan memadai, meski sederhana dan tidak muluk-muluk. Untuk tahun 2010 Pengurus telah merencanakan untuk menerima anggota baru 80 orang, sehingga di akhir 2010 jumlah anggota akan menjadi 226 orang.
Berangkat dari target keanggotaan tersebut, Pengurus mengancangkan Rencana Usahanya tahun 2010 sebagai berikut: (1) penambahan modal dari anggota sekurang-kurangnya Rp 350.000.000,00 sehingga akumulasinya akan mendekati Rp 500.000.000,00 pada akhir 2010; (2) realisasi pinjaman Rp 700.000.000,00 dan (3) Rencana jumlah pendapatan Rp 130.520.800,00 dengan estimasi jumlah biaya Rp 63.860.000,00; (4) SHU sebelum alokasi dividen dan dana-dana serta pajak, sebesar Rp 67.660.000,00.
Untuk mendukung tercapainya rencana usaha dan rencana keuangan tersebut, Pengurus merencanakan untuk pro aktif memperkenalkan Kopdit Makmur Bersama kepada masyarakat dalam RW 08, 09 dan 012. Juga memperkenalkan gagasan koperasi kredit (credit union) kepada lembaga pelayanan masyarakat di Kota Bekasi, misalnya rumah sakit. Juga kepada umat paroki St. Arnoldus Janssen. Dalam mempersiapkan regenerasi, Pengurus akan memberikan kesempatan kepada anggota-anggota potensial, teristimewa kawula mudanya, untuk mengikuti pendidikan dasar manajemen koperasi kredit (credit union) yang diselenggarakan oleh Puskopdit Jakarta baik di Jakarta maupun di Bekasi.
Sumber: Wikipedia, Catatan Vivi Damayanti (CU SAwiran), dan Artikel Bapak H. Woeryanto (Kopdit Makmur Bersama)
Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:
- Koperasi Kredit Makmur Bersama (2)
- pinjaman katolik (2)
- pinjaman gereja (2)
- 2010 koperasi @yahoo com koperasi @telkom net 2010 (1)
- perencanaan koperasi kredit (1)
- pinjaman - bekasi (1)
- pinjaman bekasi (1)
- pinjaman biaya di bekasi (1)
- pinjaman dana koperasi khatolik (1)
- pinjaman dari gereja (1)
Artikel terkait:
![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=35de80be-590f-47ea-ab8f-b306d316b9fc)
