Satu lagi kesaksian indah dari Keluarga Theodorus Yudhi Raisan di lingkungan Robertus 7 seusai mengikuti retret pasutri bertema “Keluarga Diberkati” yang dilaksanakan pada tanggal 26- 28 Februari 2010, di Wisma Tugu Cisarua.
Awalnya seorang panitia datang ke rumah saya mengajak agar saya ikut retret pasutri. Saya tidak langsung setuju karena saya merasa retret itu bukan untuk saya sebab saya dalam brkeluarga tidak ada masalah yang berarti. tetapi panitia tersebut (Bpk Lukas) berkali kali datang kerumah saya. Akhirnya saya setuju juga, walaupun setengah terpaksa. Mungkin itu cara Tuhan agar saya ikut ambil bagian pada retret tersebut.
Untuk mengikuti retret itu bukan tidak ada halangan tapi ada saja halangannya. Menjelang hari keberangkatan istri saya sakit demam timbul rasa bimbang saya jadi berangkat atau tidak sebab tidak mungkin saya berangkat sendiri namanya saja retret pasutri dan akhirnya kami berangkat juga, godaan bukan berhenti disitu saja, pada saat bis yang kami tumpangi mogok di jalan tol sehingga kami harus menunggu di tengah terik matahari selama kurang lebih dua jam sampai bis pengganti datang, memang selalu ada kuasa yang mengganggu (tidak ingin) ketika kita akan mendekatkan diri pada Tuhan. Tetapi rasa capek kami dapat terobati setelah kami tiba di wisma tugu SVD dengan penyampai materi yg dibawakan oleh Rm Halim sangat menyentuh. Pada saat ini saya mohon izin bapak/ibu agar saya boleh berbagi apa yang saya dapatkan selama retet.
Agar keluarga dapat diberkati maka dalam keluarga tersebut harus ada kekudusan, harus ada Roh Kudus yang memimpin, kekudusan iu adalah anugerah dari Allah dan untuk menjadi kudus adalah suatu proses. Orang kudus adalah orang yg percaya dalam Yesus Kristus(Efesus1:1). Kita hidup harus menjadi anak-anak yg taat dan tidak menuruti hawa nafsu yg menguasai kita. Dalam hidup kita harus taat dan percaya kepada Yesus, maka kita akan menjadi kudus. ”Sebab ada tertulis: Kuduslah kamu,sebab Aku kudus” (1Petrus 1:16)
Dalam kehidupan berkeluarga agar kita mendapat kekudusan maka kita harus membuang kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Kita sebagai suami-istri apabila terjadi salah paham atu perselisihan janganlah kita berbicara kotor, lebih lagi kata cerai karena semua itu tidak pantas diucapkan. Apabila kita telah dipenuhi oleh Roh kudus maka kata-kata jahat tidak akan keluar, Yang muncul dari hati yg baik maka akan keluar yg baik (Matius 12:35). Apabila kita berbicara pada suami/istri bernada kasar atau menyalahkan maka akan membuat luka kecil, luka itu berasal dari Beelzebul yg kita kenal dalam kitab suci adalah raja roh-roh jahat. Ia akan perintahkan prajuritnya bagai lalat-lalat menggerogoti luka itu hingga menjadi besar, jika tidak segera dibalut atau disembuhkan maka luka itu akan membesar dan menjadi busuk dan harus diamputasi. Bagaimana cara menyembuhkannya? Yaitu dengan berdoa kepada Tuhan, mohon bimbingan Roh kudus dan saling mengampuni. Untuk menghindari luka yg disebabkan Beelzebul, kita harus mendekati diri kepada Tuhan dengan cara berdoa dan berpikir menurut pikiran Allah. Kita harus mematikan segala sesuatu yg duniawi, “kita harus setia pada janji perkawinan. Jika dalam keluarga ada masalah segeralah diselesiakan jangan sampai berlarut. Jangan terpengaruh oleh omongan orang, yang memutuskan adalah suami istri. Masalah besar kita buat menjadi kecil dan masalah kecil kita buang.
Ternyata retret ini bukan hanya untuk keluarga bermasalah. Keluarga tak bermasalah pun akan tersentuh, sebagai peneguhan apabila suatu saat akan mengalami luka yang disebab oleh Beelzebul. Inilah yg dapat saya bagikan kepada bapak/ibu. Apabila retret ini dilaksanakan kembali tidak ada salahnya kita turut ambil bagian untuk bekal menghadapi beelzebul yang senantiasa menghantui kehidupan keluarga kita.
Semoga kita dan keluarga selalu diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh kudus. Amin
Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:
- janji pernikahan katolik (32)
- janji perkawinan katolik (15)
- janji pernikahan (11)
- Janji perkawinan (9)
- isi janji pernikahan (6)
- isi janji pernikahan katolik (4)
- janji nikah katolik (4)
- janji pernikahan katholik (3)
- mengikuti Yesus retret (3)
- isi janji perkawinan katolik (3)
Artikel terkait:


Kesetiaan seorang suami dapat disaksikan pada saat suami memiliki uang yang banyak dan mendapat kemudahan dalam mendapatkan uang dan kesetiaan seorang isteri dapat dilihat pada saat suami tidak memiliki uang dan mengalami kesulitan dalam mendapatkan uang, marilah kita sama-2 merenungkan semoga Tuhan Yesus selalu memberikan kita Roh Kebijaksaan dan Roh Takut akan Tuhan, amin.
I Love you…..