<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Paroki St. Arnoldus Janssen &#187; Surat gembala</title>
	<atom:link href="http://parokiarnoldus.org/index.php/category/surat-gembala/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parokiarnoldus.org</link>
	<description>Media komunikasi Paroki St. Arnoldus Janssen Bekasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 00:22:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Surat Keluarga Bulan Agustus</title>
		<link>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/suratkeluargaromotarimsf/</link>
		<comments>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/suratkeluargaromotarimsf/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 10:02:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webarnoldus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat gembala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokiarnoldus.org/?p=1950</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 10 Agustus 2010.
Kepada keluarga-keluarga kristiani
Se-Keuskupan Agung Jakarta
di tempat
Salam damai dalam kasih Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosep.
Dalam suatu kesempatan pendampingan bagi pasangan yang sedang berpacaran, sepasang suami-isteri yang ikut mendampingi kegiatan tersebut berkata,”Anda semua sedang mempersiapkan diri untuk secara serius menjalani hubungan Anda dengan harapan suatu saat nanti – setelah Anda mempertimbangkan secara matang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 10 Agustus 2010.</p>
<p>Kepada keluarga-keluarga kristiani<br />
Se-Keuskupan Agung Jakarta<br />
di tempat</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1951" href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/suratkeluargaromotarimsf/romo-tari-msf/"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1951" title="romo tari msf" src="http://parokiarnoldus.org/wp-content/uploads/2010/08/romo-tari-msf-150x150.jpg" alt="romo tari msf" width="150" height="150" /></a>Salam damai dalam kasih Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosep.<br />
Dalam suatu kesempatan pendampingan bagi pasangan yang sedang berpacaran, sepasang suami-isteri yang ikut mendampingi kegiatan tersebut berkata,”Anda semua sedang mempersiapkan diri untuk secara serius menjalani hubungan Anda dengan harapan suatu saat nanti – setelah Anda mempertimbangkan secara matang dan dewasa, Anda menjadi suami-isteri. Tetapi sebelum memutuskan untuk mengikat janji sehidup semati dalam perkawinan, baiklah Anda mempertimbangkan kenyataan berikut ini secara matang dan dewasa juga.</p>
<p>Begitu Anda menikah dengan pasangan Anda, itu berarti Anda memulai suatu ikatan yang baru sekurang-kurangnya dengan empat orang. Pertama tentu saja Anda memulai ikatan hubungan dengan pasangan Anda. Kedua, Anda memulai hubungan dengan mertua laki-laki (ayah) dari pasangan Anda. Ketiga, Anda memulai hubungan dengan mertua perempuan (ibu) dari pasangan Anda. Keempat, Anda memulai hubungan dengan semua saudara dari pasangan Anda. Mencintai pasangan Anda berarti juga mencintai keluarga pasangan Anda”.<span id="more-1950"></span></p>
<p>Mendengarkan kata-kata yang disampaikan pasangan suami-isteri tersebut, saya sendiri terbawa pada sebuah kesadaran mengenai perkawinan. Perkawinan tak hanya secara sederhana menyangkut laki-laki dan perempuan yang menikah melainkan terkait erat dengan keluarga pasangan. Menikahi sesorang berarti ikut ambil bagian dalam kehidupan keluarga pasangan. Bagaimana pun, jika kita melihat banyak fakta mengenai perkawinan, keluarga pasangan memainkan peran yang sangat besar dalam menjalani hidup perkawinan.</p>
<p>Menjaga hubungan yang harmonis dengan keluarga pasangan merupakan sebuah berkat di dalam perkawinan. Hubungan yang terluka terhadap keluarga pasangan karena berbagai sebab dapat menimbulkan kemarahan dan rasa sakit hati yang tak berakhir. Maka baik jika pasangan suami-isteri satu sama lain berusaha untuk mendekatkan diri dengan keluarga pasangan. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam rangka mengeratkan hubungan dengan keluarga pasangan. Melihat kembali bagaimana hubungan Anda dengan keluarga pasangan Anda merupakan sebuah cara untuk membangun hubungan yang harmonis dalam kehidupan keluarga Anda. Pertanyaan kita adalah; bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam rangka mendekatkan diri dengan keluarga pasangan Anda? Salah satu hal yang kiranya bisa dilakukan ialah dengan mengadakan reuni keluarga. Reuni keluarga merupakan suatu kesempatan dimana Anda makin dekat dengan keluarga pasangan Anda. Barangkali reuni keluarga ini akan diadakan sekali dalam setahun, tetapi yang paling pokok ialah melakukan kegiatan yang memberi kesempatan kepada pasangan untuk merasa dekat dengan keluarga Anda.</p>
<p>Saya merasa begitu terkesan dengan cerita seorang kawan. Keluarganya mempunyai kebiasaan mengadakan pertemuan keluarga sekali dalam setahun. “Meskipun kesibukan saya dalam bekerja begitu menghabiskan banyak waktu – seakan-akan tak ada waktu tersisa, sekali dalam setahun saya menyempatkan diri untuk mengadakan pertemuan dengan keluarga besar saya. Dan saat itu saya mengajak anak dan isteri saya untuk lebih dekat dengan keluarga saya”, demikian kata kawan saya itu.</p>
<p>Apa yang sebenarnya terungkap dalam kisah ini memberikan gambaran betapa pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan keluarga pasangan. Hubungan yang baik dengan keluarga pasangan memberi warna terhadap perjalanan perkawinan. Merasa dekat dengan pasangan mau tak mau membuat seseorang merasa dekat juga dengan keluarga pasangan.  Bagaimana pun kita harus mengakui bahwa keluarga pasangan memaikan peran yang juga menentukan dalam perkawinan.</p>
<p>Memang setiap pasangan perlu menata ulang skala prioritas dalam membangun hubungan. Mengalihkan kesetiaan dari orang tua terhadap pasangan merupakan kenyataan yang sangat baik di dalam perkawinan. Mengutamakan kehidupan keluarga inti daripada keluarga besar adalah hal yang sangat bernilai. Tetapi itu tak berarti bahwa pasangan tak perlu mengenal dan menjaga hubungan yang baik dengan keluarga pasangan. Meskipun hubungan dengan keluarga pasangan bukan merupakan prioritas dalam perkawinan, pasangan tetap harus mengusahakan dan menjaga untuk menjalin hubungan yang baik dengan keluarga pasangan.</p>
<p>Sampai jumpa pada edisi mendatang.<br />
Salam dalam nama Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yosep</p>
<p>Rm. Ignas Tari, MSF<br />
Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta</p>
<div class="ilsb-parent ilsb-arial"><a href="#" class="ilsb ilsb-share">bagikan kabar gembira ini..</a><br /><div class="ilsb-child"><span><a rel="nofollow" href="http://parokiarnoldus.org/index.php/feed/" class="ilsb ilsb-subscribe" title="Subscribe to RSS" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/suratkeluargaromotarimsf/&amp;title=Surat+Keluarga+Bulan+Agustus" class="ilsb ilsb-digg" title="Add to Digg" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://del.icio.us/post?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/suratkeluargaromotarimsf/&amp;title=Surat+Keluarga+Bulan+Agustus" class="ilsb ilsb-delicious" title="Add to del.icio.us" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/suratkeluargaromotarimsf/" class="ilsb ilsb-facebook" title="Share on Facebook" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/suratkeluargaromotarimsf/&amp;title=Surat+Keluarga+Bulan+Agustus" class="ilsb ilsb-stumbleupon" title="Add to StumbleUpon" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span></div></div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Keluarga Bulan Juli 2010'>Surat Keluarga Bulan Juli 2010</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Keluarga bulan Juni'>Surat Keluarga bulan Juni</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Untuk Keluarga dari Komisi Kerasulan Keluarga KAJ'>Surat Untuk Keluarga dari Komisi Kerasulan Keluarga KAJ</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/suratkeluargaromotarimsf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Presidium KWI kepada Bapak Presiden RI dalam rangka peringatan 65 tahun Proklamasi Kemerdekaan</title>
		<link>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/</link>
		<comments>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 01:37:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webarnoldus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat gembala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokiarnoldus.org/?p=1943</guid>
		<description><![CDATA[No. : 164/II/8/2010 16 Agustus 2010

Kepada YM
Presiden Republik Indonesia
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
di J A K A R T A
Bapak Presiden yang kami hormati dan cintai,
Menjelang  peringatan 65 tahun Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia perkenankan  kami, para Waligereja Katolik Indonesia, menulis surat kepada Bapak  Presiden.
Pertama kami ingin berterimakasih kepada Bapak  Presiden. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><strong>No. : 164/II/8/2010 16 Agustus 2010</strong></p>
<p style="text-align: left;">
<em><strong>Kepada YM</strong><br />
<strong>Presiden <span id="lw_1282008861_0" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;">Republik Indonesia</span></strong><br />
<strong>Dr. H. <span id="lw_1282008861_1" style="cursor: pointer; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;">Susilo Bambang Yudhoyono</span></strong><br />
<strong>di J A K A R T A</strong></em></p>
<p>Bapak Presiden yang kami hormati dan cintai,<br />
Menjelang  peringatan 65 tahun Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia perkenankan  kami, para Waligereja <span id="lw_1282008861_2" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer;">Katolik</span> Indonesia, menulis surat kepada Bapak  Presiden.</p>
<p>Pertama kami ingin berterimakasih kepada Bapak  Presiden. Di bawah kepemimpinan Bapak Presidennegara kita berhasil  mengatasi goncangan-goncangan yang berkaitan dengan perubahan-perubahan  mendalam 12 tahun lalu.Kehidupan bangsa menjadi lebih mantap, konflik  dan kekerasan mereda, perekonomian mulai berkembangpositif, di dunia  internasional Indonesia berdiri secara terhormat. Dan kami bersyukur,  bahwa di bawah kepemimpinan BapakPresiden, Pancasila, <span id="lw_1282008861_3" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer;">UUD 1945</span>, Negara  Kesatuan Republik Indonesia, <span id="lw_1282008861_4" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;">Bhinneka Tunggal Ika</span> tetap menjadi acuan  dasar kebijakan negara.</p>
<p>Akan tetapi, <span id="more-1943"></span>Bapak Presiden, semua  keberhasilan yang kami syukuri dan kami akui ini tidak menutup  kenyataan, bahwa di dalam masyarakat terdapat keresahan-keresahan yang  semakin mendalam, yang kalau tidak ditanggapi secara positif dapat  mengancam masa depan bangsa kita.<br />
Di satu pihak sebagian cukup  besar rakyat Indonesia masih menghadapi kesulitan-kesulitan serius dalam  hidup sehari-hari: kesulitan mendapat pekerjaan, beaya pendidikan dan  kesehatan yang tetap tinggi, kriminalitas dan premanisme yang memberikan  perasaan tidak aman, kualitas hidup terutama bagi orang kecil terus  menurun. Sesudah 65 tahun merdeka lebih dari 100 juta warga bangsa belum  menikmati taraf kehidupan yang wajar.  Pada saat yang sama rakyat menyaksikan elit politik sibuk dengan dirinya sendiri.</p>
<p>Peristiwa-peristiwa  yang terjadi dalam sepuluh bulan terakhir membuat masyarakat semakin  sinis. Setiap hari media menyajikan berita: para wakil rakyat yang  seakan-akan hanya mencari trik-trik baru untuk mengisi kantong mereka  sendiri; kepolisian memberikesan bahwa mereka dengan segala cara  men-sabotase setiap usaha untuk memberantas korupsi di kalangan mereka  sendiri; kejaksaan agung dicurigai sengaja memperlambat pengusutan  penyelewengan; ada mafia hukum sehingga rakyat sulit memperoleh  keadilan. Sementara itu pemerintah kelihatan membiarkan lembaga-lembaga  yang bertugas memberantas korupsi, seperti KPK, digerogoti wewenang dan  wibawanya.</p>
<p>Bapak Presiden, rakyat semakin mendapat kesan  bahwa elit politik hanya melayani diri mereka sendiri. Hal ini akan  sangat fatal karena rakyat akan kehilangan kepercayaan terhadap sistem  politik kita sekarang, yang dengan susah payah telah kita bangun bersama  sejak 12 tahun, yang menjunjung tinggi Pancasila.</p>
<p>Ada dua  perkembangan yang mengkhawatirkan. Di satu pihak semakin banyak orang  tidak mau tahu lagi tentang politik, tentang nasib bangsa, tentang  cita-cita bersama. Mereka hanya mengejar keamanan dan sukses mereka  sendiri. Mereka ingin masuk ke dalam lapisan golongan yang mampu  menikmati konsumsi tinggi tawaran di iklan, promosi dan mall-mall.  Mereka menyerah kepada oportunisme yang mereka cermati merajalela di  kalangan elit politik. Rasa solidaritas dan kebangsaan menguap. Contoh  yang diberikan oleh para elit meyakinkan rakyat bahwa bukan kejujuran,  kerja keras dan berkualitas yang membuat seseorang sukses, melainkan  kecekatan dalam memanfaatkan setiap kesempatan, koneksi, penipuan.  Meluasnya sikap asal-asalan tersebut menggerogoti substansi moral bangsa  kita dan membahayakan masa depan.</p>
<p>Di pihak lain kita  menyaksikan bertambahnya intoleransi, sikap tertutup, keras dan fanatik.  Kemampuan untuk menerima saudara dan saudari sebangsa yang berbeda  budaya dan agamanya, semakin menipis. Dengan sendirinya potensi konflik  dalam masyarakat bertambah.<br />
Secara khusus kami ingin mengajukan tiga keprihatinan.</p>
<p>Yang  pertama adalah kenyataan bahwa sekitar 40 persen bangsa kita belum  hidup sejahtera. Setelah 65 tahun merdeka kenyataan ini mesti menggugah  kita. Rakyat mengharapkan kebijakan politik dan ekonomis yang secara  kasatmata berpihak pada orang kecil. Yang sekarang dilihat oleh rakyat  adalah proyek-proyek besar di mana rakyat hanya menjadi penonton, bahkan  mengalami penggusuran. Yang diharapkan oleh orang kecil bukan  peminggiran atau penggusuran, melainkan pemberdayaan, agar mereka  semakin berdaya.</p>
<p>Yang kedua, kami tidak dapat  menyembunyikan kecemasan kami karena bertambahnya intoleransi dalam  masyarakat. Yang paling kami sesalkan adalah bahwa negara kelihatan  tidak bersedia melindungi mereka yang keyakinannya berbeda dari  mayoritas. Kami amat sedih bahwa ada orang yang harus beribadah dalam  suasana kecemasan, yang harus melarikan diri dari rumahnya karena  diancam, bahwa ada orang-orang yang ditekan untuk melepaskan apa yang  mereka yakini. Keragu-raguan aparat untuk melindungi mereka yang  terancam justru menambah semangat mereka yang mau memaksakan  kehendaknya. Sudah lama kami menunggu kata dari Bapak Presiden kepada  seluruh rakyat Indonesia, yang memperingatkan bahwa kita semua satu  bangsa, bahwa semua warga, entah kelompok besar entah kelompok kecil,  sama-sama dilindungi dan dijamin hak asasinya untukmengikuti keyakinan  keagamaan mereka. Kami menunggu jaminan terbuka dan jelas dari Bapak  Presiden bahwa negara tidak akan membiarkan kelompok-kelompok minoritas  diancam.</p>
<p>Yang ketiga, yang paling serius, adalah korupsi  yang meresap ke seluruh kehidupan bangsa. Kami gembira bahwa di bawah  kepresidenan Bapak pemberantasan korupsi sudah semakin digalakkan.  Tetapi korupsi tetap mengangkat kepalanya yang busuk. Kami berpendapat  bahwa sudah waktunya segala keragu-raguan yang masih ada ditinggalkan,  dan korupsi ditindak tanpa pandang bulu. Bapak Presiden boleh yakin  bahwa massa besar rakyat Indonesia akan mendukung dengan gegap gempita  usaha pemberantasan korupsi yang Bapak Presiden gulirkan, dan tidak akan  ada vested interests <span id="lw_1282008861_5" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer;">yang akan</span> dapat menghentikan ofensif antikorupsi  itu. Kami berpendapat, bahwa korupsi merupakan kanker di tubuh bangsa  Indonesia yang akan menghancurkannya. Bangsa yang tidak lagi tahu <span id="lw_1282008861_6" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer;">apa  itu</span> kejujuran tidak dapat bertahan.</p>
<p>Bapak Presiden yang  kami hormati dan kami cintai, itulah hal-hal yang ada di hati kami, dan  yang mau kami ajukan kepada Bapak Presiden. Kami sangat sadar, bahwa  mengatasi semua masalah bukanlah pekerjaan yang mudah. Kami mengakui  kemajuan-kemajuan yang sudah tercapai. Tetapi sekarang rakyat Indonesia  memerlukan perspektif ke masa depan yang meyakinkan.<br />
Kami akan  mendukung setiap kebijakan Bapak Presiden yang memacu perjuangan demi  Indonesia yang sejahtera, adil dan maju, di mana semua warga mengalami  bahwa martabat mereka terlindungi, atas dasar Pancasila.<br />
Kami menyertai kepemimpinan Bapak Presiden dengan doa-doa kami yang tulus.</p>
<p>P R E S I D I U M<br />
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA</p>
<p>Mgr. Martinus D.Situmorang, OFMCap<br />
K e t u a</p>
<p>Mgr. Johannes Pujasumarta<br />
Sekretaris Jenderal</p>
<div class="ilsb-parent ilsb-arial"><a href="#" class="ilsb ilsb-share">bagikan kabar gembira ini..</a><br /><div class="ilsb-child"><span><a rel="nofollow" href="http://parokiarnoldus.org/index.php/feed/" class="ilsb ilsb-subscribe" title="Subscribe to RSS" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/&amp;title=Surat+Presidium+KWI+kepada+Bapak+Presiden+RI+dalam+rangka+peringatan+65+tahun+Proklamasi+Kemerdekaan" class="ilsb ilsb-digg" title="Add to Digg" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://del.icio.us/post?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/&amp;title=Surat+Presidium+KWI+kepada+Bapak+Presiden+RI+dalam+rangka+peringatan+65+tahun+Proklamasi+Kemerdekaan" class="ilsb ilsb-delicious" title="Add to del.icio.us" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/" class="ilsb ilsb-facebook" title="Share on Facebook" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/&amp;title=Surat+Presidium+KWI+kepada+Bapak+Presiden+RI+dalam+rangka+peringatan+65+tahun+Proklamasi+Kemerdekaan" class="ilsb ilsb-stumbleupon" title="Add to StumbleUpon" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span></div></div><h4>Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/" title="surat gembala ke presiden">surat gembala ke presiden</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/" title="konflik kepemimpinan gereja paroki">konflik kepemimpinan gereja paroki</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/" title="tema bulan kitab suci nasional katolik 2010 KWI Jakarta">tema bulan kitab suci nasional katolik 2010 KWI Jakarta</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/" title="surat uskup kepada bpk presiden">surat uskup kepada bpk presiden</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/" title="surat uskup ke presiden">surat uskup ke presiden</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/" title="Surat Presidium KWI kepada Kpk Presiden RI dalam rangka 65th Kemerdekaan">Surat Presidium KWI kepada Kpk Presiden RI dalam rangka 65th Kemerdekaan</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/" title="surat presidium kwi kepada bapak presiden">surat presidium kwi kepada bapak presiden</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/" title="surat KWI pd Presiden">surat KWI pd Presiden</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/" title="Surat KWI kepada Presiden">Surat KWI kepada Presiden</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/" title="surat kwi ke presiden 2010">surat kwi ke presiden 2010</a> (1)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 5.421 ms -->

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/12/surat-bapak-uskup-untuk-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Bapak Uskup Untuk Keluarga'>Surat Bapak Uskup Untuk Keluarga</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Gembala Purna Tugas Sebagai Uskup'>Surat Gembala Purna Tugas Sebagai Uskup</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/10/surat-gembala-mgr-i-suharyo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Gembala Mgr I. Suharyo'>Surat Gembala Mgr I. Suharyo</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/surat-presidium-kwi-kepada-bapak-presiden-ri-dalam-rangka-peringatan-65-tahun-proklamasi-kemerdekaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Keluarga Bulan Juli 2010</title>
		<link>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/</link>
		<comments>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 23:17:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webarnoldus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat gembala]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[perkawinan katolik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokiarnoldus.org/?p=1887</guid>
		<description><![CDATA[



Image by Parvin ?( OFF for a while ) via Flickr



Jakarta, 10 Juli  2010.
Kepada keluarga-keluarga kristiani
Se-Keuskupan Agung Jakarta
di tempat
Salam damai dalam kasih Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosep.
Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat telpon dari seorang kawan yang menanyakan apakah orang boleh menerima sakramen perkawinan pada hari Minggu Palma? Meski bukan ahli liturgi, saya memberikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="zemanta-img" style="margin: 1em; display: block;">
<div>
<dl class="wp-caption alignright" style="width: 250px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.flickr.com/photos/55948751@N00/3889243610"><img title="&quot; Without your love, a love I need, it’s ..." src="http://farm3.static.flickr.com/2554/3889243610_a0b37b117f_m.jpg" alt="&quot; Without your love, a love I need, it’s ..." width="240" height="180" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd zemanta-img-attribution" style="font-size: 0.8em;">Image by <a href="http://www.flickr.com/photos/55948751@N00/3889243610">Parvin ?( OFF for a while )</a> via Flickr</dd>
</dl>
</div>
</div>
<p>Jakarta, 10 Juli  2010.</p>
<p>Kepada keluarga-keluarga kristiani<br />
Se-Keuskupan Agung Jakarta<br />
di tempat</p>
<p>Salam damai dalam kasih Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosep.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat telpon dari seorang kawan yang menanyakan apakah orang boleh menerima sakramen perkawinan pada hari Minggu Palma? Meski bukan ahli liturgi, saya memberikan jawaban mengacu pada Pedoman Umum Misale Romawi yang baru. Disana dikatakan,”Misa ritual adalah Misa yang dirayakan dalam kaitan dengan dengan sakramen dan sakramentali. Misa ritual DILARANG pada hari-hari Minggu selama Masa Adven, Pra-Paskah, dan Paska, pada hari-hari raya, pada hari-hari dalam oktaf Paskah, pada Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, pada Rabu Abu, dan selama Pekan Suci. Disamping itu, hendaknya diindahkan kaidah-kaidah khusus yang diberikan dalm buku-buku rituale atau dalam rumus Misa yang bersangkutan” (PUMR 372).<span id="more-1887"></span></p>
<p>Kepada kawan tersebut, saya menegaskan lagi jawaban terhadap pertanyaan itu dengan berkata,”merayakan misa ritual pada Minggu Palma menurut ketentuan liturgi, DILARANG”. Tetapi jawaban itu terasa kurang memuaskan saya. Saya pun bertanya ingin tahu mengapa merencanakan menikah pada hari Minggu Palma? Sangat menarik jawaban yang disampaikan oleh kawan saya itu. Dia menyampaikan dua alasan. Pertama, setelah dilihat hari dan tanggal berdasarkan perhitungan adat-budaya yang cermat, maka tanggal itu dipandang cocok dan membawa berkat bagi kedua pasangan. Kedua, keluarga besar kedua calon mempelai merasa hari itu cocok untuk pesta.</p>
<p>Barangkali ini hanya salah satu kenyataan dari sekian banyak contoh bagaimana orang mempersiapkan Perayaan Perkawinan. Ketika mempersiapkan Perayaan Perkawinan, kadang-kadang perhatian orang terfokus pada perhitungan hari dan tanggal-tanggal yang menurut perhitungan adat-budaya dipandang membawa berkat bagi pasangan. Tambah lagi dengan hebat dan meriahnya pesta perkawinan yang disiapkan sedemikian rupa agar nuansa romantisnya tampak kentara. Jika tidak hati-hati, orang bisa melupakan arti perkawinan itu sendiri.</p>
<p>Menurut saya, apa yang terkandung dalam adat-budaya terkait dengan perhitungan hari dan tanggal yang dipandang cocok dan membawa berkat bagi pasangan yang akan menikah tentu saja pada dasarnya baik. Di balik perhitungan itu sebenarnya ada harapan dan kerinduan – dalam arti tertentu keyakinan dan doa – bahwa pasangan yang akan melangsungkan perkawinan itu hidup dalam berkat Tuhan. Dijauhkan dari segala macam bahaya yang mengancam. Singkatnya, ada harapan akan keselamatan dibalik perhitungan-perhitungan itu.</p>
<p>Nah, bagaimana jika perhitungan hari dan tanggal menurut adat-budaya bersinggungan dengan Perayaan Iman Kristiani? Menurut saya, disini adat-budaya dimurnikan dan Perayaan Iman Kristiani diperkaya olehnya dengan menegaskan bahwa: adat-budaya dengan membuat perhitungan sebenarnya merindukan perkawinan yang mendatangkan berkat. Tetapi perhitungan tak boleh menjadi begitu mutlak sehingga mengabaikan Perayaan Iman Kristiani. Sebab yang paling pokok ialah arti dari perkawinan itu sendiri. Sebuah perkawinan mendatangkan berkat atau tidak sangat tergantung oleh komitmen janji setia pasangan yang ikut membangunnya. Dan bukan pada perhitungan hari dan tanggal berdasarkan adat-budaya apalagi jika terlalu memusatkan perhatian pada hari baik untuk sebuah pesta.</p>
<p>Perkawinan yang baik bukan terletak pada hari dan tanggal melainkan pada pribadi yang berjanji untuk setia “dalam suka dan duka, dalam untung dan malang, diwaktu sehat maupun sakit”. Cinta suami terhadap isterinya itulah yang menentukan kebahagiaan perkawinan. Kesetiaan dan kerelaan untuk berkorban itulah yang membuat sebuah perkawinan bahagia. Berusaha berdamai setelah konflik suami-isteri terjadi itulah yang membuat sebuah pekawinan bertahan. Mengampuni pasangan itulah yang memulihkan perkawinan dari luka-luka dosa. Mencintai pribadi pasangan lebih daripada mencintai uang itulah yang membawa damai. Hidup bersama pribadi laki-laki dan perempuan yang cinta dan kesetiaannya diabdikan untuk uang tentu saja melelahkan. Tetap memberi waktu untuk keluarga di tengah-tengah kesibukan dan kepadatan kerja itulah yang membuat keluarga rukun bersatu.</p>
<p>Menurut saya, tak ada yang lebih membahagiakan selain daripada pribadi pasangan itu sendiri. Rahasia sebuah perkawinan yang bahagia sama sekali bukan terletak pada perhitungan hari dan tanggal yang menurut adat-budaya dipandang cocok, melainkan pada pribadi pasangan. Seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berjanji membangun kebersamaan dalam perkawinan merupakan pokok kebahagiaan perkawinan.</p>
<p>Sampai jumpa pada edisi mendatang.<br />
Salam dalam nama Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yosep</p>
<p>Rm. Ignas Tari, MSF<br />
Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta</p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Enhanced by Zemanta" href="http://www.zemanta.com/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/zemified_e.png?x-id=774a4ddc-005c-4cfe-a21e-782cce299bc5" alt="Enhanced by Zemanta" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<div class="ilsb-parent ilsb-arial"><a href="#" class="ilsb ilsb-share">bagikan kabar gembira ini..</a><br /><div class="ilsb-child"><span><a rel="nofollow" href="http://parokiarnoldus.org/index.php/feed/" class="ilsb ilsb-subscribe" title="Subscribe to RSS" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/&amp;title=Surat+Keluarga+Bulan+Juli+2010" class="ilsb ilsb-digg" title="Add to Digg" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://del.icio.us/post?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/&amp;title=Surat+Keluarga+Bulan+Juli+2010" class="ilsb ilsb-delicious" title="Add to del.icio.us" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/" class="ilsb ilsb-facebook" title="Share on Facebook" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/&amp;title=Surat+Keluarga+Bulan+Juli+2010" class="ilsb ilsb-stumbleupon" title="Add to StumbleUpon" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span></div></div><h4>Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/" title="surat keluarga">surat keluarga</a> (6)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/" title="arti bulan juli">arti bulan juli</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/" title="pesta orang kudus gereja katolik bulan juli 2010">pesta orang kudus gereja katolik bulan juli 2010</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/" title="rahasia perhitungan hari jawa">rahasia perhitungan hari jawa</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/" title="santa dan santo berdasar bulan">santa dan santo berdasar bulan</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/" title="surat keluarga Kaj juli 2010">surat keluarga Kaj juli 2010</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/" title="surat pribadi keluarga">surat pribadi keluarga</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/" title="surat untuk bulan">surat untuk bulan</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/" title="tanggal pernikahan yang baik di bulan september 2010">tanggal pernikahan yang baik di bulan september 2010</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/" title="tgl yang baik untuk hari pernikahan di bulan september 2010">tgl yang baik untuk hari pernikahan di bulan september 2010</a> (1)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 36.482 ms -->

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/suratkeluargaromotarimsf/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Keluarga Bulan Agustus'>Surat Keluarga Bulan Agustus</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Keluarga bulan Juni'>Surat Keluarga bulan Juni</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Untuk Keluarga dari Komisi Kerasulan Keluarga KAJ'>Surat Untuk Keluarga dari Komisi Kerasulan Keluarga KAJ</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Gembala Purna Tugas Sebagai Uskup</title>
		<link>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/</link>
		<comments>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 11:33:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin_victor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mingguan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Surat gembala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokiarnoldus.org/?p=1869</guid>
		<description><![CDATA[Hari Minggu Biasa XIV &#8211; Tahun C &#8211; 4 Juli 2010
Yes 66,10-14c; Gal 6,14-18; Luk 10;1-12. 17-20
Catatan: Pada hari Senin, tanggal 28 Juni 2010, pukul 12.00 waktu Roma atau pukul 17.00 WIB, Paus Benediktus XVI secara resmi mengumumkan menerima pengunduran diri Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ sebagai Uskup Keuskupan Agung Jakarta dan pada saat yang bersamaan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>Hari Minggu Biasa XIV &#8211; Tahun C &#8211; 4 Juli 2010</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Yes 66,10-14c; Gal 6,14-18; Luk 10;1-12. 17-20</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>Catatan: Pada hari Senin, tanggal 28 Juni 2010, pukul 12.00 waktu Roma atau pukul 17.00 WIB, Paus Benediktus XVI secara resmi mengumumkan menerima pengunduran diri Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ sebagai Uskup Keuskupan Agung Jakarta dan pada saat yang bersamaan, Bapak Uskup Agung Koajutor, Uskup Agung Ignatius Suharyo, secara resmi menjadi uskup Keuskupan Agung Jakarta. Dalam kaitannya dengan itu, Bapak Uskup Julius Kardinal Darmaatmadja menulis surat gembala purna tugas sebagai uskup yang dibacakan sebagai pengganti kotbah pada setiap misa , Sabtu dan Minggu, tanggal 3 dan 4 juli 2010.<span id="more-1869"></span></em></p>
<p style="text-align: center;"><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-1870" title="kardinal" src="http://parokiarnoldus.org/wp-content/uploads/2010/07/kardinal.bmp" alt="kardinal" /></strong></p>
<p style="text-align: center;"> </p>
<p style="text-align: center;"><strong>Surat Gembala Purna Tugas Sebagai Uskup</strong></p>
<p>1. Para Bapak Uskup, para imam, bruder, suster dan saudara-saudari umat seluruh Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih.   Pada hari Selasa tanggal 29 Juni 2010 yang lalu, telah dirayakan Perayaan Ekaristi, dengan ujud pokok merayakan pesta Rasul St. Petrus dan Paulus sambil bersyukur, genap saya 27 tahun mengemban tugas sebagai Uskup. Tetapi karena permohonan pengunduran diri saya sebagai Uskup Agung Jakarta telah dikabulkan oleh Paus Benedictus XVI dan telah diumumkan secara resmi pada hari Senin tanggal 28 Juni 2010 Pk. 12.00 waktu Roma atau Pk. 17.00 WIB, maka dalam Perayaan Syukur tadi Bp. Uskup Agung Koajutor diresmikan menjadi Uskup Agung Jakarta yang baru. Memang demikianlah proses resminya, yaitu segera setelah permohonan pengunduran diri saya sebagai Uskup Agung Jakarta dikabulkan oleh Bapa Suci dan resmi diumumkan, saat itu juga Uskup Agung Koajutor resmi menggantikan saya, menjadi Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta.</p>
<p>2. Dalam kesempatan ini saya menyampaikan ucapan banyak terimakasih kepada Anda atas doa-doa, kebersamaan dan kerjasama yang telah saya alami. Tak mungkin saya menyebutkan satu persatu, pokoknya kepada semua saja yang dalam berbagai cara telah terlibat dalam mengembangkan keuskupan kita ini, termasuk kepada mereka yang terlibat dengan cara yang tak kelihatan seperti lewat doa, penderitaan dan kesusahan yang dipersembahkan bagi kepentingan Gereja kita maupun Gereja Universal. Secara tulus saya juga mohon maaf atas segala kesalahan atau kelalaian yang saya buat, kesalahpahaman, sikap atau keputusan yang membawa derita dll. Mengandaikan bahwa Anda para imam, biarawan-biarawati dan umat pasti berkenan untuk memaafkan kesalahan dan kelalaian saya tadi, maka saya dapat mundur dari jabatan Uskup Agung Jakarta ini dalam damai.</p>
<p>3. Sudah lama saya merasa perlu mempersiapkan regenerasi yang baik. Sudah sejak saya merayakan ulang tahun ke 70 tahun itu, saya merasa daya tahan mulai menurun. Mata mulai makin redup, telinga pun ikutan makin kurang mendengar, sehingga hanya cocok untuk pengakuan dosa bagi mereka yang suka mengaku kepada imam yang kurang baik penglihatan dan pendengarannya. Saya berpendapat bahwa pelayanan kepada keuskupan tidak boleh menurun karena Uskupnya menurun kekuatannya. Maka perlu ada pengganti yang lebih muda. Apa lagi menurut hukum Gereja, ketika Uskup mencapai usia 75 tahun, dia diminta untuk mengajukan permohonan pengunduran dirinya sebagai Uskup. Itu semua menjadi tanda kuat bahwa saya perlu mengundurkan diri. Kehendak Tuhan akan menjadi jelas saat Bapa Suci Benedictus XVI mengabulkan permohonan pengunduran diri saya. Kita pantas berterima kasih kepada Tuhan dan kepada Tahta Suci di Vatikan, bahwa masalah kita ditanggapi dengan tepat dan cukup cepat. Kita telah meresmikan hadirnya Bapak Uskup Agung Koajutor Ignatius Suharyo pada tanggal 28 Oktober 2009. Pada tanggal 28 Juni 2010 Pk. 17.00 WIB permohonan pengunduran diri saya dikabulkan dan kita dapat secara liturgis dan simbolis merayakan alih tugas sebagai Uskup Agung Jakarta tanggal 29 Juni 2010 dalam Perayaan Ekaristi Pk. 18.00 di Katedral. Saya mengajak Anda sekalian untuk bersyukur karena Keuskupan Agung Jakarta telah memiliki Uskup Agung baru yang cukup muda. Dalam khotbah saya tanggal 29 Juni yang lalu saya mengajak agar kita semua memaknai peristiwa-peristiwa sejarah gereja kita dalam terang iman, yaitu dalam kuasa bimbingan Tuhan Yesus dan Roh-Nya. Demikian pula saat Anda mengalami peristiwa sejarah Gereja Keuskupan Agung Jakarta yaitu momentum peralihan kepemimpinan Keuskupan Agung Jakarta saat ini.</p>
<p>4. Dengan surat ini, saya mohon pamit kepada Anda, karena saya sudah purna tugas sebagai Uskup Agung Jakarta. Telah 14 tahun saya melayani Anda dan bekerja sama dengan Anda agar Keuskupan Agung Jakarta tetap menjadi ragi dan terang, bagi kesejahteraan hidup masyarakat baik dalam hal rohani maupun jasmani. Untuk itu kita semua telah mencoba mengembangkan kasih persaudaraan yang sejati dan terbuka serta mencoba membangun cara hidup dan perilaku yang benar, jujur adil dan peduli terhadap siapa pun yang menderita di tengah kita sambil sedapat mungkin menularkan semangat yang sama diantara tetangga dan teman kerja kita. Kita menghayatinya seperti 70 murid Yesus yang diutus berdua-dua seperti dikisahkan dalam Injil tadi (bdk. Lk 10:1) lewat gerakan memberdayakan Umat Basis. Memang tidak mudah, karena terkadang kita sendiri yang terpengaruh oleh cara hidup yang sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat, antara lain “<em>tidak perlu jujur, yang penting makmur”, “tidak perlu tulus, asal banyak fulus”</em>. Rasanya kita diutus hidup di dunia ini dengan melawan arus cara hidup lain yang umum terjadi. Dalam Injil tadi Yesus mengatakan: <em>“Sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”</em> (Lk 10:3). Meski sulit kita usahakan agar kita setia kepada Yesus dan tetap menjadi garam yang asin. Dengan cara itu kita berusaha terus mendatangkan ”Kerajaan Allah” (bdk. Lk 10:9) baik bagi diri sendiri, keluarga, komunitas dan Gereja kita maupun bagi masyarakat. Kita  berusaha mengandalkan kekuatan rahmat Tuhan Yesus dan Roh-Nya yang memiliki tuaian dan mengutus pekerja-pekerja ke dalam tuaian itu (bdk. Lk 10:2). Meskipun saya sudah tidak menjadi Uskup Agung Jakarta, namun saya merasa masih tetap bersatu dan bersama dengan Anda dalam Gereja yang sama dan dalam perutusan yang sama. Kita tetap saling mendoakan. Amin.</p>
<p>                                      Teriring salam dan berkat,</p>
<p>                                                       (ttd)</p>
<p>                                      Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ</p>
<div class="ilsb-parent ilsb-arial"><a href="#" class="ilsb ilsb-share">bagikan kabar gembira ini..</a><br /><div class="ilsb-child"><span><a rel="nofollow" href="http://parokiarnoldus.org/index.php/feed/" class="ilsb ilsb-subscribe" title="Subscribe to RSS" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/&amp;title=Surat+Gembala+Purna+Tugas+Sebagai+Uskup" class="ilsb ilsb-digg" title="Add to Digg" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://del.icio.us/post?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/&amp;title=Surat+Gembala+Purna+Tugas+Sebagai+Uskup" class="ilsb ilsb-delicious" title="Add to del.icio.us" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/" class="ilsb ilsb-facebook" title="Share on Facebook" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/&amp;title=Surat+Gembala+Purna+Tugas+Sebagai+Uskup" class="ilsb ilsb-stumbleupon" title="Add to StumbleUpon" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span></div></div><h4>Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/" title="contoh ucapan purna tugas">contoh ucapan purna tugas</a> (6)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/" title="surat gembala uskup agung jakarta">surat gembala uskup agung jakarta</a> (4)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/" title="surat gembala kardinal">surat gembala kardinal</a> (3)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/" title="uskup juli 2010">uskup juli 2010</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/" title="Imam sebagai gembala">Imam sebagai gembala</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/" title="purna tugas">purna tugas</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/" title="tugas uskup">tugas uskup</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/" title="surat gembala uskup kaj">surat gembala uskup kaj</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/" title="ucapan syukur purna tugas">ucapan syukur purna tugas</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/" title="tugas gembala">tugas gembala</a> (1)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.569 ms -->

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/10/surat-gembala-mgr-i-suharyo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Gembala Mgr I. Suharyo'>Surat Gembala Mgr I. Suharyo</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/12/surat-bapak-uskup-untuk-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Bapak Uskup Untuk Keluarga'>Surat Bapak Uskup Untuk Keluarga</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/02/surat-gembala-prapaska-2010/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Gembala Prapaska 2010'>Surat Gembala Prapaska 2010</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Keluarga bulan Juni</title>
		<link>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/</link>
		<comments>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 10:44:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webarnoldus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat gembala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokiarnoldus.org/?p=1843</guid>
		<description><![CDATA[

Jakarta, 10 Juni  2010.
Kepada keluarga-keluarga kristiani
Se-Keuskupan Agung Jakarta
di tempat
Salam damai dalam kasih Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosep.
Persatuan suami-isteri, persatuan orang tua-anak merupakan dasar bagi terbentuknya Gereja sebagai Umat Allah. Persatuan suami-isteri, persatuan orang tua-anak merupakan umat Allah dalam bentuknya yang paling kecil. Di dalam keluarga, seorang pribadi mempunyai pengalaman pertama tentang Gereja. Orang tua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="zemanta-img" style="margin: 1em; display: block;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://commons.wikipedia.org/wiki/File:Waterfall_Lepena.JPG"><img title="Waterfall near Lepena, Slovenia" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f6/Waterfall_Lepena.JPG/300px-Waterfall_Lepena.JPG" alt="Waterfall near Lepena, Slovenia" width="300" height="232" /></a><p class="wp-caption-text">KasihNya mengalir seperti sungai</p></div>
</div>
<p>Jakarta, 10 Juni  2010.</p>
<p>Kepada keluarga-keluarga kristiani<br />
Se-Keuskupan Agung Jakarta<br />
di tempat</p>
<p>Salam damai dalam kasih Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosep.</p>
<p>Persatuan suami-isteri, persatuan orang tua-anak merupakan dasar bagi terbentuknya Gereja sebagai Umat Allah. Persatuan suami-isteri, persatuan orang tua-anak merupakan umat Allah dalam bentuknya yang paling kecil. Di dalam keluarga, seorang pribadi mempunyai pengalaman pertama tentang Gereja. Orang tua mulai menanamkan sejak dini kebiasaan-kebiasaan baik di dalam keluarga sebagai orang beriman  kepada anak-anaknya. Dengan demikian, keluarga menjadi tempat dimana komunikasi iman terjadi. Imbauan Apostolik Bapa Suci Paulus VI, Evangelii Nuntiandi, menegaskan,”…keluarga seperti halnya Gereja harus merupakan suatu tempat dimana <span id="more-1843"></span>Injil diteruskan dan darimana Injil bercahaya”.</p>
<p>Jadi, keluarga merupakan tempat dimana kabar gembira Injil harus diwartakan. Keluarga merupakan bentuk Gereja yang paling kecil tempat dimana anggota-anggotanya bertumbuh makin dewasa dalam beriman. Dari keluarga-keluarga dimana anggota-anggotanya bertumbuh dewasa dalam iman, kita bisa berharap bahwa kabar gembira Injil diteruskan. Di dalam keluarga orang tua mengkomunikasikan nilai-nilai kepada anak-anaknya seperti kasih, kesetiaan, kesederhanaan, pengampunan dan lain-lain.</p>
<p>Dengan kata lain, keluarga haruslah merupakan tempat dimana KOMUNIKASI IMAN terjadi. Mengenai hal ini, tentu saja tanggungjawab orang tua sangat penting. Komunikasi iman harus dimulai oleh orang tua. Dalam hal ini teladan dan contoh hidup orang tua sangat menentukan. Sebab KOMUNIKASI IMAN Harus diteruskan melalui perkataan dan perbuatan. Orang tua yang mengakhiri perkawinan dengan perceraian tentu saja sangat sulit untuk mengajari anak-anaknya mengenai nilai kesetiaan dalam perkawinan. Mereka yang terbiasa hidup mewah dan suka hidup dengan semangat boros, menjadi sangat sulit untuk mengajari anak-anaknya bagaimana hidup sederhana. Mereka yang sulit memberikan maaf menjadi sangat sukar untuk menanamkan pengampunan kepada anak-anaknya.</p>
<p>Sangat disayangkan sikap dan perilaku kita &#8211; orang tua, jika karena ketidakcocokan dan benturan pendapat yang bisa saja terjadi dalam hidup bersama kemudian meninggalkan gereja atau memilih mengikuti kegiatan di lingkungan Paroki lain. Bagaimana bisa mengajari anak untuk terlibat dalam kegiatan menggereja di lingkungan basis jika orang tua sendiri justeru memilih meninggalkan gereja basis karena rasa tidak cocok dengan sesama warga di lingkungan? Keluarga sebagai basis Gereja haruslah menjadi tempat dimana KOMUNIKASI IMAN terjadi dan bukan komunikasi karena cocok. Jika keluarga-keluarga menjadi tempat dimana KOMUNIKASI IMAN  terjadi, maka kita bisa menaruh harapan besar, bahwa lingkungan-lingkungan, wilayah-wilayah, Paroki dan akhirnya Gereja kita menjadi tempat “darimana Injil bercahaya”. Setiap anggota lalu bertumbuh dan berkembang menjadi anak-anak Allah yang saling mendukung dalam pertumbuhan iman.</p>
<p>Barangkali kita kemudian bertanya: mengapa mesti membangun komunikasi iman? Bukankah hidup bersama yang biasanya terjadi dalam kehidupan manusia lebih-lebih dibangun atas dasar kecocokan atau paling kurang kesamaan dalam banyak hal? Menurut saya, persis disinilah letak perbedaan pokok yang manusiawi dan yang imani. Tentu saja sesuatu yang manusiawi jika saya cenderung dekat dengan siapa pun – yang dalam banyak hal memiliki kecocokan dan kesamaan. Kenyataan seperti itu sangat biasa. Sangat manusiawi.</p>
<p>Tetapi orang kristiani mesti bergerak dari komunikasi yang manusiawi ini kepada komunikasi yang imani. Disitu kita akan menghadapi bermacam-macam kenyataan dimana ada banyak sekali keanekaragaman di dalam kehidupan ini. Makin disadari bahwa suami berbeda dengan isteri. Orang tua berbeda dengan anak-anaknya. Keluarga yang satu berbeda dengan keluarga yang lain. KOMUNIKASI IMAN lalu mencerahi berbagai bentuk perbedaan itu dan berjuang bahkan kalau perlu berkorban untuk mengatasi ketidakcocokan atau ketidaksamaan yang ada.</p>
<p>Bentuk-bentuk kesakitan yang menimpa anggota di dalam keluarga seperti menyimpan kesalahan pasangan, kemarahan yang tak terkendali, kekecewaan yang mendalam, perasaan tidak tergantung satu sama lain, kecemasan yang tak perlu, terlalu mementingkan diri, yang tentu saja berpengaruh dalam membangun hubungan dengan orang lain dalam lingkup yang luas hanya bisa disembuhkan oleh satu kekuatan yaitu: IMAN. Iman yang menyelamatkan. Berbagai kisah penyembuhan di dalam Kitab Suci, berkali-kali menegaskan tentang hal ini. Kepada perempuan yang sakit pendarahan, Yesus berkata,”Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan Engkau…”(Mrk 5:34). Kepada si buta Bartimeus, Yesus berkata,”…imanmu telah menyelamatkan engkau…”(Mrk 10:52). Dan tentu saja masih banyak kisah dalam Kitab Suci yang menggambarkan kekuatan iman yang menyembuhkan. Iman berarti keyakinan, bahwa Allah menghendaki agar semua orang diselamatkan, sebab hanya Dia saja yang sanggup “menjadikan segala-galanya baik” (Mrk 7:37).</p>
<p>Keluarga-keluarga kristiani di wilayah Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih, semoga keluarga kita masing-masing menjadi komunitas dimana KOMUNIKASI IMAN terjadi. Suami-isteri dan anak-anak meletakkan dasar kebersamaan bukan pada kecocokan melainkan pada iman. Karena membangun kebersamaan karena iman, maka kita percaya bahwa Allah sendiri akan menjadikan setiap anggota di dalam keluarga menjadi baik pada saatnya. Sekali lagi, keluarga-keluarga yang kemudian membentuk lingkungan menjadi basis yang berkualitas jika membiasakan diri membangun KOMUNIKASI IMAN.</p>
<p>Sampai jumpa pada edisi mendatang.<br />
Salam dalam nama Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yosep</p>
<p>Rm. Ignas Tari, MSF<br />
Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta</p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Enhanced by Zemanta" href="http://www.zemanta.com/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/zemified_e.png?x-id=e27632d8-a706-4a8a-8523-29a29a349ed1" alt="Enhanced by Zemanta" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<div class="ilsb-parent ilsb-arial"><a href="#" class="ilsb ilsb-share">bagikan kabar gembira ini..</a><br /><div class="ilsb-child"><span><a rel="nofollow" href="http://parokiarnoldus.org/index.php/feed/" class="ilsb ilsb-subscribe" title="Subscribe to RSS" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/&amp;title=Surat+Keluarga+bulan+Juni" class="ilsb ilsb-digg" title="Add to Digg" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://del.icio.us/post?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/&amp;title=Surat+Keluarga+bulan+Juni" class="ilsb ilsb-delicious" title="Add to del.icio.us" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/" class="ilsb ilsb-facebook" title="Share on Facebook" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/&amp;title=Surat+Keluarga+bulan+Juni" class="ilsb ilsb-stumbleupon" title="Add to StumbleUpon" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span></div></div><h4>Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/" title="surat untuk keluarga">surat untuk keluarga</a> (3)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/" title="surat keluarga Kaj juni 2010">surat keluarga Kaj juni 2010</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/" title="rm ignas tari">rm ignas tari</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/" title="renungan tentang perempuan yang sakit pendarahan yang disembuhkan oleh Yesus">renungan tentang perempuan yang sakit pendarahan yang disembuhkan oleh Yesus</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/" title="Opini bulan kitab suci nasional 2010">Opini bulan kitab suci nasional 2010</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/" title="nilai berkorban orang tua katolik">nilai berkorban orang tua katolik</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/" title="Keluarga Kristiani Menjadi Komunitas Kehidupan">Keluarga Kristiani Menjadi Komunitas Kehidupan</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/" title="Ignas Tari MSF">Ignas Tari MSF</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/" title="ignas tari">ignas tari</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/" title="cara menangani ketidakcocokan dengan orang tua">cara menangani ketidakcocokan dengan orang tua</a> (1)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.337 ms -->

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/suratkeluargaromotarimsf/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Keluarga Bulan Agustus'>Surat Keluarga Bulan Agustus</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Keluarga Bulan Juli 2010'>Surat Keluarga Bulan Juli 2010</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Untuk Keluarga dari Komisi Kerasulan Keluarga KAJ'>Surat Untuk Keluarga dari Komisi Kerasulan Keluarga KAJ</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/surat-keluarga-bulan-juni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Untuk Keluarga dari Komisi Kerasulan Keluarga KAJ</title>
		<link>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/</link>
		<comments>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 11:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webarnoldus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat gembala]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokiarnoldus.org/?p=1744</guid>
		<description><![CDATA[



Image by Lawrence OP via Flickr



Jakarta, 10 Mei 2010.
Kepada keluarga-keluarga kristiani
Se-Keuskupan Agung Jakarta
di tempat

Salam damai dalam kasih Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosep.
Bulan yang lalu, saya mengajak Anda semua, untuk melihat bahwa Keluarga Kudus Nazareth merupakan model, pola, teladan yang sempurna dari perkawinan dan hidup berkeluarga. Kita dapat menemukan dalam Keluarga Kudus semua kebajikan terlebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="zemanta-img" style="margin: 1em; display: block;">
<div>
<dl class="wp-caption alignright" style="width: 250px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.flickr.com/photos/35409814@N00/3143732812"><img title="Holy Family" src="http://farm4.static.flickr.com/3247/3143732812_fbde159809_m.jpg" alt="Holy Family" width="240" height="182" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd zemanta-img-attribution" style="font-size: 0.8em;">Image by <a href="http://www.flickr.com/photos/35409814@N00/3143732812">Lawrence OP</a> via Flickr</dd>
</dl>
</div>
</div>
<p style="text-align: right;"><em>Jakarta, 10 Mei 2010.<br />
Kepada keluarga-keluarga kristiani<br />
Se-Keuskupan Agung Jakarta<br />
di tempat</em></p>
<p style="text-align: left;">
<p>Salam damai dalam kasih Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosep.<br />
Bulan yang lalu, saya mengajak Anda semua, untuk melihat bahwa Keluarga Kudus Nazareth merupakan model, pola, teladan yang sempurna dari perkawinan dan hidup berkeluarga. Kita dapat menemukan dalam Keluarga Kudus semua kebajikan terlebih terkait perkawinan dan hidup berkeluarga. Yesus, Maria dan Yosef, hidup bersama dalam semangat rukun dan damai. Hidup bersama dalam semangat rukun dan damai terjadi karena setiap pribadi berkembang dalam iman kepada Tuhan, bertumbuh dalam kasih kepada Tuhan dan sesama, bekerjasama saling menolong  dan tidak memaksakan kehendak.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-1744"></span>Perjumpaan kita kali ini masih melanjutkan permenungan kita bulan yang lalu mengenai Keluarga Kudus sebagai model, pola, teladan yang sempurna dari perkawinan dan hidup berkeluarga. Di dalam Keluarga Kudus Nazareth, menjadi nyata bagaimana Allah mencurahkan kasih dan perhatian-Nya. Di dalam Keluarga Kudus Nazareth juga pada saat yang sama jawaban manusia atas kasih Allah itu menemukan bentuknya yang sangat jelas.</p>
<p style="text-align: left;">Kita memulainya dari Santo Yusuf. Jika kita memperhatikan di dalam Kitab Suci, jelas sekali bagaimana Santo Yusuf menanggapi kasih dan perhatian Allah kepada-Nya dengan melaksanakan apa yang menjadi kehendak Allah di dalam dirinya. Kisah seputar kelahiran Yesus, menampilkan sosok Santo Yusuf yang “berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya” (Mat 1:24).</p>
<p style="text-align: left;">Tampak jelas disini bahwa Yusuf melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah bagi dirinya. Yusuf mau bekerjasama bersama dengan Allah. Tindakan yang dilakukannya ialah “mengambil Maria sebagai isterinya”. Ada beberapa nilai yang bisa kita cermati dari sikap Santo Yusuf ini. Pertama, Yusuf memiliki penguasaan diri yang kuat. Kedua, penguasaan diri membuat dia memberikan dirinya kepada Maria. Ketiga, kesanggupan Yusuf dalam menguasai dan memberikan diri bagi Maria membuatnya setia mendampingi Maria.</p>
<p style="text-align: left;">Jika kita memperhatikan &#8211; sebagaimana Kitab Suci melukiskan &#8211; bahwa Yusuf sebenarnya ingin menceraikan Maria meskipun secara diam-diam. Tetapi ia sanggup menguasai diri, memberikan diri, dan akhirnya menjadi suami yang setia bagi Maria. Semua ini bisa terjadi karena Yusuf melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah dalam hidupnya. Belajar pada tokoh Santo Yusuf ini, setiap anggota di dalam keluarga berusaha dan belajar terus menerus untuk sanggup menguasai diri dalam banyak hal. Pemberian diri bagaimana pun mesti disertai oleh kesanggupan untuk menguasai diri.</p>
<p style="text-align: left;">Perkawinan dan hidup berkeluarga bisa kita ibaratkan sebagai sebuah sekolah. Sekolah yang melatih dan mendidik orang untuk belajar menguasai diri, memberikan diri, dan akhirnya menjadi orang yang setia dalam berkomitmen. Dalam terang iman, kita bisa berkata bahwa kemampuan untuk menguasai diri, memberikan diri, dan akhirnya menjadi orang yang setia dalam berkomitmen bertumpu pada kerelaan untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah dalam hidup.</p>
<p style="text-align: left;">Seorang suami yang ingin dan senang sekali berkumpul bersama teman-temannya di luar rumah dalam jangka waktu yang cukup lama, tetapi ia memutuskan untuk berkumpul bersama isteri dan anak-anaknya adalah suami menguasai diri. Kesenangan-kesenangan pribadi yang dikorbankan dengan rela hati demi keluarga merupakan bentuk konkret dari penguasaan diri. Mereka yang bisa menguasai dirinya dalam banyak hal adalah mereka yang memberikan dirinya. Dan mereka yang mampu memberikan dirinya bisa diandalkan untuk menjadi orang yang setia dalam membangun komitmen.<br />
Kehidupan bersama dalam perkawinan tentu saja menempuh dinamikanya sendiri. Selalu ada pengalaman yang menyenangkan. Tetapi seringkali berbagai hambatan bisa saja muncul mengancam kebersamaan. Menepati dan hidup berdasarkan janji perkawinan bukan perkara mudah. Menangisi dan meratapi perkawinan yang sudah disatukan oleh Tuhan melalui pemberkatan di Gereja tak banyak menyelesaikan soal. Mengakhiri sebuah perkawinan dengan perpisahan bukan cara bijaksana dalam menyelesaikan konflik.<br />
Hal yang bisa dilakukan untuk mengalami kebersamaan yang membahagiakan – sekali lagi ialah: belajar dan berusaha terus menerus untuk menguasai diri, memberikan diri, dan akhirnya menjadi suami-isteri yang setia. Itu semuanya bukan sesuatu yang begitu saja tercapai melainkan buah dari sebuah usaha dan pengorbanan. Kebersamaan dalam perkawinan selalu berarti siap untuk menerima pasangan, kelebihan dan kekurangannya. Masa ketika orang mengalami banyak sekali kesulitan merupakan kesempatan yang baik untuk menguji komitmen dan melihat kembali perjalanan kebersamaan dalam perkawinan.<br />
Teladan Keluarga Kudus Nazareth, teladan Santo Yusuf, mengajari setiap anggota di dalam keluarga, mengajari suami-isteri dan anak-anak untuk mengusahakan kebersamaan yang membahagiakan dalam perkawinan dan hidup berkeluarga dengan: belajar dan berusaha terus menerus untuk menguasai diri dalam banyak hal, memberikan diri, dan akhirnya menjadi suami-isteri yang setia. Bagi seorang suami, kenyataan yang membuat hidupnya bernilai ialah ketika ia menjadi seorang suami yang setia bagi isterinya dan ayah yang baik bagi anak-anaknya. Melakukan kehendak Allah di dalam perkawinan, bagi seorang suami berarti: menjadi suami yang setia bagi isterinya dan menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya.</p>
<p>Sampai jumpa pada edisi mendatang.<br />
Salam dalam nama Keluarga Kudus, Yesus, Maria dan Yosep</p>
<p><em>Rm. Ignas Tari, MSF<br />
Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta</em></p>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top: 10px; height: 15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/6519f363-474f-4187-9352-0340011795a9/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border: medium none; float: right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=6519f363-474f-4187-9352-0340011795a9" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a><span class="zem-script more-related pretty-attribution"><script src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" type="text/javascript"></script></span></div>
<div class="ilsb-parent ilsb-arial"><a href="#" class="ilsb ilsb-share">bagikan kabar gembira ini..</a><br /><div class="ilsb-child"><span><a rel="nofollow" href="http://parokiarnoldus.org/index.php/feed/" class="ilsb ilsb-subscribe" title="Subscribe to RSS" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/&amp;title=Surat+Untuk+Keluarga+dari+Komisi+Kerasulan+Keluarga+KAJ" class="ilsb ilsb-digg" title="Add to Digg" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://del.icio.us/post?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/&amp;title=Surat+Untuk+Keluarga+dari+Komisi+Kerasulan+Keluarga+KAJ" class="ilsb ilsb-delicious" title="Add to del.icio.us" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/" class="ilsb ilsb-facebook" title="Share on Facebook" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/&amp;title=Surat+Untuk+Keluarga+dari+Komisi+Kerasulan+Keluarga+KAJ" class="ilsb ilsb-stumbleupon" title="Add to StumbleUpon" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span></div></div><h4>Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/" title="kerasulan keluarga">kerasulan keluarga</a> (5)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/" title="contoh surat pribadi kepada teman">contoh surat pribadi kepada teman</a> (5)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/" title="Komisi Keluarga KAJ">Komisi Keluarga KAJ</a> (4)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/" title="Komisi Kitab Suci">Komisi Kitab Suci</a> (3)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/" title="makalah bulan kitab suci kaj">makalah bulan kitab suci kaj</a> (3)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/" title="surat untuk keluarga">surat untuk keluarga</a> (3)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/" title="contoh surat pribadi kekeluargaan">contoh surat pribadi kekeluargaan</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/" title="pesparawi KAJ 2010">pesparawi KAJ 2010</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/" title="contoh surat untuk keluarga">contoh surat untuk keluarga</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/" title="surat dari komisi keluarga KAJ">surat dari komisi keluarga KAJ</a> (2)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.093 ms -->

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/12/surat-bapak-uskup-untuk-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Bapak Uskup Untuk Keluarga'>Surat Bapak Uskup Untuk Keluarga</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/08/suratkeluargaromotarimsf/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Keluarga Bulan Agustus'>Surat Keluarga Bulan Agustus</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-keluarga-bulan-juli-2010/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Keluarga Bulan Juli 2010'>Surat Keluarga Bulan Juli 2010</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/05/surat-untuk-keluarga-dari-komisi-kerasulan-keluarga-kaj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Gembala Mgr I. Suharyo</title>
		<link>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/10/surat-gembala-mgr-i-suharyo/</link>
		<comments>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/10/surat-gembala-mgr-i-suharyo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 06:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gege Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinamika]]></category>
		<category><![CDATA[Surat gembala]]></category>
		<category><![CDATA[gembala]]></category>
		<category><![CDATA[layanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokiarnoldus.org/?p=944</guid>
		<description><![CDATA[SURAT GEMBALA MGR. SUHARYO

DALAM RANGKA KEPINDAHAN KE
KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA
24-25 OKTOBER 2009

Para Ibu/Bapak,
Para Suster/Bruder/Rama
Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,
1. Sekitar duabelas tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 Agustus 1997, saya menulis surat bagi Umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang, dalam rangka menyiapkan diri, menyongsong Tahun Yubileum Agung tahun 2000. Dalam rangka Tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SURAT GEMBALA MGR. SUHARYO</p>
<p align="center">
<p align="center">DALAM RANGKA KEPINDAHAN KE</p>
<p align="center">KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA</p>
<p align="center">24-25 OKTOBER 2009</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://images.pujasumarta.multiply.com/image/cpG9KPuDe8SgG8e6G6T8EQ/photos/1M/300x300/362/CUsersMgr.-PujasumartaDocumentsI-SuharyoSuharyoSuharyo-1.jpg?et=7W31ZDIqboJUUpXdH1LLIw&amp;nmid=0" alt="" width="107" height="108" /></p>
<p>Para Ibu/Bapak,</p>
<p>Para Suster/Bruder/Rama</p>
<p>Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,<span id="more-944"></span></p>
<p>1. Sekitar duabelas tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 Agustus 1997, saya menulis surat bagi Umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang, dalam rangka menyiapkan diri, menyongsong Tahun Yubileum Agung tahun 2000. Dalam rangka Tahun Yubileum itu, almarhum Paus Yohanes Paulus II mengajak kita untuk bergembira dan bersyukur, merasakan kebahagiaan hidup sebagai orang beriman yang dianugerahi keselamatan. Dengan merayakan Tahun Yubileum Agung itu kita juga mengungkapkan harapan kita akan datangnya tata kehidupan baru yang semakin bersaudara, adil, damai dan sejahtera, “langit baru bumi baru”. Harapan inilah yang selama ini bersama-sama kita perjuangkan perwujudannya dalam berbagai kesempatan dan dengan berbagai cara.</p>
<p>2. Dalam rangka itu pulalah Arah Dasar Umat Allah Keuskupan Agung Semarang dirumuskan, berbagai pedoman diberlakukan serta berbagai wacana – misalnya Gereja sebagai peristiwa, Gereja yang signifikan secara internal relevan secara eksternal, penegasan bersama, pelayanan yang murah hati dan berbagai wacana lain – dilontarkan. Semuanya diharapkan mengalirkan dinamika kehidupan umat beriman yang mengarah ke terbangunnya komunitas alternatif atau komunitas kontras : yaitu komunitas umat beriman yang hidup berdasarkan nilai-nilai Kerajaan Allah, bukan sekedar mengikuti arus jaman yang tidak selalu membawa kita semakin dekat dengan Allah, sesama dan alam semesta.</p>
<p>Saudari-saudaraku yang terkasih,</p>
<p>3. Agar harapan itu pelan-pelan dapat menjadi kenyataan, kita diundang untuk selalu membarui diri sebagai murid-murid Yesus. Kisah pengemis buta Bartimeus yang diwartakan pada hari ini dapat membantu kita dalam usaha mengembangkan hidup kita sebagai murid-murid Kristus.</p>
<p>Perjumpaan Bartimeus dengan Yesus membuat dirinya yang tadinya buta (Mrk 10:46), menjadi melihat (ay 52). Ia yang tadinya hanya “duduk” (ay 46), lalu “berdiri” (ay 50) pergi mendapatkan Yesus.</p>
<p>Ia yang semula hanya “di pinggir jalan” (ay 46), lalu “mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya” (ay 52). Ia menanggalkan jubahnya (ay 49), artinya “menanggalkan manusia lama … dan mengenakan manusia baru” (Ef 4:22; bdk Kol 3:9).</p>
<p>Sikap dan kata-kata Yesus juga mengubah sikap para murid. Semula mereka menegor pengemis buta itu (Mrk 10:48). Sikapnya tidak bersahabat, kata-katanya tajam. Setelah Yesus menyuruh mereka untuk memanggil si pengemis itu, sikap mereka berubah menjadi bersahabat dan kata-kata mereka meneguhkan. Mereka berkata, “Kuatkan hatimu… Ia memanggil engkau” (ay 49).</p>
<p>Tampak jelas bahwa perjumpaan-perjumpaan yang diceritakan dalam kisah ini merupakan saat-saat yang membaharui dan meneguhkan kehidupan.</p>
<p>Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus,</p>
<p>4. Selama dua belas tahun melayani umat di Keuskupan Agung Semarang ini, saya banyak mengalami perjumpaan-perjumpaan seperti itu. Saya merasa diteguhkan dan berkembang dalam imamat serta dalam pelayanan dalam perjumpaan-perjumpaan seperti itu.</p>
<p>Maka pada akhir masa pelayanan saya sebagai Uskup di Keuskupan Agung Semarang ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih.</p>
<p>Terima kasih kepada para Ibu/Bapak/Kaum Muda/Remaja dan Anak-anak &#8211; pendek kata kaum awam &#8211; atas keterlibatan Ibu/Bapak/Kaum Muda/Remaja dan Anak-anak dalam kehidupan Gereja. Keterlibatan Ibu/Bapak/Kaum Muda/Remaja dan Anak-anak sungguh membuat Gereja kita hidup. Saya berdoa, semoga keluarga-keluarga kita dilimpahi berkat, perlindungan dan damai sejahtera.</p>
<p>Terima kasih kepada para Suster dan Bruder atas pilihan hidup, kehadiran dan pelayanan yang para Suster dan Bruder berikan. Kehadiran dan pelayanan para Suster dan Bruder amat menentukan wajah Gereja di Keuskupan Agung Semarang ini. Saya berdoa semoga komunitas-komunitas para Suster dan Bruder menjadi komunitas yang semakin memancarkan kasih Tuhan sendiri.</p>
<p>Terima kasih kepada para imam, baik yang berkarya maupun yang tinggal di wilayah Keuskupan Agung Semarang. Kerja keras dan kerelaan untuk bekerjasama di antara para imam menjadikan pelayanan kita semakin murah hati dan cerdas. Saya berdoa agar para imam mengalami kegembiraan batin yang terpancar dalam hidup yang damai serta pelayanan yang semakin total dan tulus.</p>
<p>Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus,</p>
<p>5. Pada tanggal 25 Juli 2009 yang lalu saya ditunjuk oleh Bapa Suci Benediktus XVI untuk menjadi Uskup Agung Koajutor di Keuskupan Agung Jakarta. Saya membutuhkan waktu cukup lama untuk mencoba mengerti dan memaknai kehendak Tuhan dalam penunjukan ini. Saya menerima perutusan ini dengan lapang hati ketika saya sampai pada keyakinan bahwa yang mengutus saya adalah Umat Keuskupan Agung Semarang. Pimpinan Gereja memanggil saya, Keuskupan Agung Semarang mengutus saya dan saya menerimanya karena saya yakin bahwa hidup adalah anugerah yang selalu harus dibagikan.</p>
<p>Terima kasih atas sekian banyak doa yang dipanjatkan untuk saya dalam rangka penerimaan tugas baru ini. Kalau pernah ada yang baik yang saya lakukan dalam pelayanan saya selama ini, semuanya itu adalah buah dari doa-doa seluruh umat. Bekal doa ini pulalah yang akan saya bawa dalam menjalankan tugas pelayanan saya selanjutnya.</p>
<p>Saya akan berangkat hari Selasa 27 Oktober 2009 dan akan diterima di Keuskupan Agung Jakarta pada hari Rabu 28 Oktober 2009. Marilah kita saling mendoakan agar kita dapat menjalankan perutusan kita masing-masing yang berbeda-beda, demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama.</p>
<p>1. Doa Rosario bersama umat<br />
Hari pertama bulan sepuluh,<br />
Hati gembira penuh semangat<br />
Bunda Maria tempat berteduh</p>
<p>2. Di hutan hidup kawanan lebah<br />
Di sawah tumbuh rumpun padi<br />
Matahari terus berubah<br />
Kasih Tuhan kekal abadi</p>
<p>Berkah Dalem,</p>
<p>Semarang, 13 Oktober 2009</p>
<p>+ I. Suharyo</p>
<p>Uskup Keuskupan Agung Semarang</p>
<p><em><a href="http://pujasumarta.multiply.com/photos/hi-res/1M/729"></a></em></p>
<p><em>Sugeng rawuh, </em><em> </em></p>
<p><em>Mgr. I. Suharyo.</em><em> </em></p>
<p><em>Nyelaki Bandung.</em></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://images.pujasumarta.multiply.com/image/z4Jiqhqhrk13wMRpg45pXA/photos/1M/300x300/729/CUsersMgr.-PujasumartaDocumentsI-SuharyoSuharyoSuharyo-4.JPG?et=XspcXhUK5FNTvtTpp1OZcg&amp;nmid=0" alt="" width="300" height="218" /></p>
<p><a href="http://pujasumarta.multiply.com/journal/item/142/Surat_Gembala_Mgr._I._Suharyo_2425_Oktober_2009">Sumber</a><em><br />
</em></p>
<div class="ilsb-parent ilsb-arial"><a href="#" class="ilsb ilsb-share">bagikan kabar gembira ini..</a><br /><div class="ilsb-child"><span><a rel="nofollow" href="http://parokiarnoldus.org/index.php/feed/" class="ilsb ilsb-subscribe" title="Subscribe to RSS" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/10/surat-gembala-mgr-i-suharyo/&amp;title=Surat+Gembala+Mgr+I.+Suharyo" class="ilsb ilsb-digg" title="Add to Digg" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://del.icio.us/post?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/10/surat-gembala-mgr-i-suharyo/&amp;title=Surat+Gembala+Mgr+I.+Suharyo" class="ilsb ilsb-delicious" title="Add to del.icio.us" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/10/surat-gembala-mgr-i-suharyo/" class="ilsb ilsb-facebook" title="Share on Facebook" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/10/surat-gembala-mgr-i-suharyo/&amp;title=Surat+Gembala+Mgr+I.+Suharyo" class="ilsb ilsb-stumbleupon" title="Add to StumbleUpon" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span></div></div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/surat-gembala-purna-tugas-sebagai-uskup/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surat Gembala Purna Tugas Sebagai Uskup'>Surat Gembala Purna Tugas Sebagai Uskup</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mgr. Ign. Suharyo Menjadi Uskup Koajutor KAJ'>Mgr. Ign. Suharyo Menjadi Uskup Koajutor KAJ</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/11/penerimaan-resmi-uskup-agung-coadiutor-ignatius-suharyo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Penerimaan Resmi Uskup Agung Coadiutor Ignatius Suharyo'>Penerimaan Resmi Uskup Agung Coadiutor Ignatius Suharyo</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/10/surat-gembala-mgr-i-suharyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mgr. Ign. Suharyo Menjadi Uskup Koajutor KAJ</title>
		<link>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/</link>
		<comments>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 05:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gege Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinamika]]></category>
		<category><![CDATA[Surat gembala]]></category>
		<category><![CDATA[gereja st. arnoldus bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[paroki st. arnoldus janssen bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokiarnoldus.org/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Bapa Suci, Paus Benediktus XVI, telah menunjuk Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Semarang, sebagai Uskup Agung Koajutor untuk Keuskupan Agung Jakarta. Penunjukkan tersebut diumumkan di Rorna, pada hari Sabtu (25/7/2009) pk. 12.00 waktu setempat atau pk. 17.00 WIB. Berita tersebut diumumkan kepada para pastor se-KAJ dalam Rapat Pastores di Aula Katedral, Senin (27/7/2009), oleh Pst. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Mgr. Ign. Suharyo" src="http://kaj.or.id/images/Mgr_Ign_Suharyo_03(2).jpg" alt="" width="100" height="132" />Bapa Suci, Paus Benediktus XVI, telah menunjuk Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Semarang, sebagai Uskup Agung Koajutor untuk Keuskupan Agung Jakarta. Penunjukkan tersebut diumumkan di Rorna, pada hari Sabtu (25/7/2009) pk. 12.00 waktu setempat atau pk. 17.00 WIB. Berita tersebut diumumkan kepada para pastor se-KAJ dalam Rapat Pastores di Aula Katedral, Senin (27/7/2009), oleh Pst. Y. Purbo Tamtomo Pr, Sekretaris KAJ. Pengumuman itu juga disebarluaskan melalui Surat KAJ No. 284/3.5.14/2009 tertanggal 26 Juli 2009.</p>
<p><span id="more-243"></span>Dalam surat tersebut, Pst. Purbo menjelaskan, “Uskup Koajutor adalah Uskup Pembantu yang mempunyai hak untuk rnenggantikan Uskup Diosesan yang dibantunya (berbeda dengan uskup auksilier, yang tidak punya hak mengganti, bdk. Kan. 403 § 3 KHK 1983). Uskup Koajutor bertugas untuk mendampingi Uskup Diosesan dalam seluruh kepemimpinan keuskupan dan mewakilinya bila beliau tidak ada atau terhalang (Kan. 405 § 2 KHK 1983).”</p>
<p>Pst. Purbo mengajak segenap umat Katolik, para imam, biarawan-biarawati di KAJ untuk bersyukur kepada Tuhan atas rahmat ini. “Kita berterima kasih kepada Mgr. Ignatius Suharyo yang sudah berkenan menerima tugas perutusan baru ini. Kita berdoa bagi beliau agar Bapa di sorga senantiasa melimpahkan berkat-Nya bagi beliau, terutama dalam mengemban tugas perutusan ini. Kita doakan pula seluruh umat Keuskupan Agung Semarang agar tidak lama lagi juga mendapat Gembala Agung yang baru,” jelasnya dalam surat tersebut.</p>
<p>Pst Purbo juga meminta para pastor yang hadir dalam Rapat Pastores tersebut agar menyebarluaskan berita ini kepada umat. “Mungkin sejak hari Sabtu sore sudah banyak umat yang mengetahui berita ini dan berusaha menanyakan kebenarannya. Untuk itu mari kita menjelaskan (berita ini) kepada umat yang bertanya,” ajaknya. [Felix Iwan Wijayanto]</p>
<p><a title="Sumber" href="http://kaj.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=91&amp;Itemid=50" target="_blank">Sumber</a></p>
<p>Umat di Paroki Arnoldus mengucapkan :</p>
<p>Proficiat dan Selamat bekerja untuk Mgr. Ign. Suharyo semoga dibawah kepemimpinan Bapak Uskup yang baru, Kesukupan Agung Jakarta semakin berkembang dan semakin baik.</p>
<p>Kami juga mendoakan agar Kesukupan Agung Semarang segera mendapatkan pengganti Uskupnya yang baru&#8230;</p>
<p>Proficiat dan Selamat Berkarya.</p>
<div class="ilsb-parent ilsb-arial"><a href="#" class="ilsb ilsb-share">bagikan kabar gembira ini..</a><br /><div class="ilsb-child"><span><a rel="nofollow" href="http://parokiarnoldus.org/index.php/feed/" class="ilsb ilsb-subscribe" title="Subscribe to RSS" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/&amp;title=Mgr.+Ign.+Suharyo+Menjadi+Uskup+Koajutor+KAJ" class="ilsb ilsb-digg" title="Add to Digg" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://del.icio.us/post?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/&amp;title=Mgr.+Ign.+Suharyo+Menjadi+Uskup+Koajutor+KAJ" class="ilsb ilsb-delicious" title="Add to del.icio.us" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/" class="ilsb ilsb-facebook" title="Share on Facebook" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/&amp;title=Mgr.+Ign.+Suharyo+Menjadi+Uskup+Koajutor+KAJ" class="ilsb ilsb-stumbleupon" title="Add to StumbleUpon" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span></div></div><h4>Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/" title="uskup semarang 2010">uskup semarang 2010</a> (4)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/" title="ignatius suharyo">ignatius suharyo</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/" title="pengganti uskup semarang 2010">pengganti uskup semarang 2010</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/" title="kontak keuskupan agung jakarta">kontak keuskupan agung jakarta</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/" title="uskup kaj">uskup kaj</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/" title="uskup agung jakarta 2010 ganti">uskup agung jakarta 2010 ganti</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/" title="pengganti uskup mgr suharyo">pengganti uskup mgr suharyo</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/" title="misa uskup baru kaj">misa uskup baru kaj</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/" title="MGR SUHARYO">MGR SUHARYO</a> (1)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/" title="lambang uskup semarang">lambang uskup semarang</a> (1)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.448 ms -->

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/07/biografi-mgr-ignatius-suharyo-uskup-agung-jakarta/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Biografi Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta'>Biografi Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/11/penerimaan-resmi-uskup-agung-coadiutor-ignatius-suharyo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Penerimaan Resmi Uskup Agung Coadiutor Ignatius Suharyo'>Penerimaan Resmi Uskup Agung Coadiutor Ignatius Suharyo</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/08/mengenal-lebih-dekat-mgr-ignatius-suharyo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenal Lebih Dekat Mgr. Ignatius Suharyo'>Mengenal Lebih Dekat Mgr. Ignatius Suharyo</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/mgr-ign-suharyo-menjadi-uskup-koajutor-kaj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profil Wilayah St. Ignatius Loyola</title>
		<link>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/profil-wilayah-st-ignatius-loyola-2/</link>
		<comments>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/profil-wilayah-st-ignatius-loyola-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 15:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webarnoldus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat gembala]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokiarnoldus.org/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Wilayah St. Ignatius Loyola berbatasan langsung dengan wilayah &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Saat ini jumlah keluarga katolik yang berada di wilayah ini sebanyak &#8230; KK atau &#8230; jiwa. Wilayah ini merupakan pemekaran dari wilayah &#8230;&#8230;.. dan resmi menjadi satu wilayah sendiri sejak &#8230;
Umat wilayah St. Ignatius Loyola sebagian besar bermukim di perumahan &#8230;&#8230;&#8230; namun tidak terbatas di perumahan-perumahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wilayah St. Ignatius Loyola berbatasan langsung dengan wilayah &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Saat ini jumlah keluarga katolik yang berada di wilayah ini sebanyak &#8230; KK atau &#8230; jiwa. Wilayah ini merupakan pemekaran dari wilayah &#8230;&#8230;.. dan resmi menjadi satu wilayah sendiri sejak &#8230;</p>
<p>Umat wilayah St. Ignatius Loyola sebagian besar bermukim di perumahan &#8230;&#8230;&#8230; namun tidak terbatas di perumahan-perumahan itu saja.</p>
<p><em>catatan: Halaman ini masih dalam tahap rintisan. Anda dapat berperan untuk melengkapi informasi ini dengan mengirimkan data ke arnoldus.bekasi@gmail.com</em></p>
<div class="ilsb-parent ilsb-arial"><a href="#" class="ilsb ilsb-share">bagikan kabar gembira ini..</a><br /><div class="ilsb-child"><span><a rel="nofollow" href="http://parokiarnoldus.org/index.php/feed/" class="ilsb ilsb-subscribe" title="Subscribe to RSS" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/profil-wilayah-st-ignatius-loyola-2/&amp;title=Profil+Wilayah+St.+Ignatius+Loyola" class="ilsb ilsb-digg" title="Add to Digg" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://del.icio.us/post?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/profil-wilayah-st-ignatius-loyola-2/&amp;title=Profil+Wilayah+St.+Ignatius+Loyola" class="ilsb ilsb-delicious" title="Add to del.icio.us" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/profil-wilayah-st-ignatius-loyola-2/" class="ilsb ilsb-facebook" title="Share on Facebook" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/profil-wilayah-st-ignatius-loyola-2/&amp;title=Profil+Wilayah+St.+Ignatius+Loyola" class="ilsb ilsb-stumbleupon" title="Add to StumbleUpon" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span></div></div>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/02/profil-wilayah-st-fransiskus-xaverius/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Profil Wilayah St Fransiskus Xaverius'>Profil Wilayah St Fransiskus Xaverius</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/sekilas-tentang-wilayah-st-aloysius-gonzaga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sekilas tentang Wilayah St. Aloysius Gonzaga'>Sekilas tentang Wilayah St. Aloysius Gonzaga</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/prosedur-baptis-antuta/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Prosedur Baptis Antuta'>Prosedur Baptis Antuta</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/profil-wilayah-st-ignatius-loyola-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan  Persahabatan</title>
		<link>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/</link>
		<comments>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 00:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webarnoldus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat gembala]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[gereja santo arnoldus bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[paroki st. arnoldus janssen bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parokiarnoldus.org/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[ 






Pesan Bapa Suci Benediktus XVI untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-43, 24 Mei 2009
Saudara dan Saudari Terkasih,
1.      Mendahului Hari Komunikasi Sedunia yang akan datang,  Saya ingin menyampaikan kepada  anda beberapa   permenungan mengenai tema yang dipilih untuk tahun ini yakni Teknologi Baru, Relasi Baru:  Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan. Sesungguhnya teknologi digital baru sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em> </em></p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 156px;">
<dt class="wp-caption-dt"><em><em><a href="http://parokiarnoldus.org"><img class="alignnone" src="http://i38.photobucket.com/albums/e127/anangyb/girl_laptop_PDA.gif" alt="" width="146" height="126" /><br />
</a></em></em></dt>
</dl>
</div>
<p><em>Pesan Bapa Suci Benediktus XVI untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-43, 24 Mei 2009</em></p>
<p>Saudara dan Saudari Terkasih,</p>
<p>1.      Mendahului Hari Komunikasi Sedunia yang akan datang,  Saya ingin menyampaikan kepada  anda beberapa   permenungan mengenai tema yang dipilih untuk tahun ini yakni Teknologi Baru, Relasi Baru:  Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan. Sesungguhnya teknologi digital baru sedang membawa pergeseran yang hakiki  terhadap perilaku-perilaku komunikasi juga terhadap ragam hubungan manusia. Pergeseran itu secara istimewa  dialami oleh<span id="more-55"></span> kaum muda yang bertumbuh bersama teknologi baru dan telah merasakan dunia digital sebagai rumah sendiri.  Mereka berusaha memahami dan memanfaatkan  peluang yang diberikan olehnya, sesuatu yang bagi kita orang dewasa seringkali dirasakan cukup asing. Dalam pesan tahun ini, Saya ingat akan mereka yang dikenal sebagai generasi digital, dan Saya ingin berbagi dengan mereka, khususnya tentang gagasan-gagasan menyangkut potensi ulung teknologi baru demi  mamajukan pemahaman  dan rasa kesetiakawanan manusia.  Teknologi baru  sesungguhnya merupakan anugerah bagi umat manusia dan kita mesti  memberikan jaminan bahwa manfaat yang dimilikinya tentu dipergunakan untuk melayani semua manusia secara pribadi dan komunitas, teristimewa mereka yang kurang beruntung dan menderita.</p>
<p>2.     Akses terhadap telpon seluler dan komputer yang kian mudah disertai dengan jangkauan dan penyebaran internet secara meluas sampai ke wilayah jauh dan terpencil telah menjadikan internet sebagai prasarana jalan bagi penyampaian berbagai jenis pesan. Sungguh sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh generasi-generasi sebelumnya. Daya dasyat media baru ini telah digenggam oleh orang-orang muda dalam mengembangkan jalinan, komunikasi dan pengertian di antara individu maupun secara bersama. Mereka telah beralih ke media baru  sebagai sarana berkomunikasi dengan teman-teman, berjumpa dengan teman-teman baru, membangun paguyuban dan jejaring, mencari informasi dan berita, serta sarana berbagi gagasan dan pendapat. Budaya baru ini membawa banyak manfaat bagi  komunikasi, antara lain keluarga-keluarga tetap bisa berkomunikasi meski terpisah oleh jarak yang jauh, para pelajar dan peneliti memperoleh  peluang lebih cepat dan  mudah kepada dokumen, sumber-sumber rujukan dan penemuan-penemuan ilmiah sehingga mereka mampu bekerja secara bersama meski dari tempat yang berbeda. Lebih dari itu, kodrat interaktif yang dihadirkan oleh berbagai media baru mempermudah pembelajaran dan komunikasi dalam bentuk yang lebih dinamis dan pada akhirnya memberikan sumbangsih bagi perkembangan sosial.</p>
<p>3.     Kita tidak perlu terlalu terpukau dengan kehebatan media baru dalam menjawab kerinduan manusia dalam berkomunikasi dan berelasi dengan sesama, karena sesungguhnya, hasrat berkomunikasi dan bersahabat ini berakar dari kodrat kita yang paling dalam sebagai manusia dan tak boleh dimengerti sebagai jawaban terhadap berbagai inovasi teknis. Dalam terang amanat Kitab Suci, hasrat untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain, pertama-tama harus dimengerti sebagai ungkapan peran-serta kita akan kasih Allah yang komunikatif dan mempersatukan, yang ingin menjadikan seluruh umat manusia sebagai suatu keluarga. Tatkala kita ingin mendekati orang lain, tatkala kita ingin mengetahui lebih banyak tentang mereka dan membuat kita dikenal oleh mereka maka saat itulah kita sedang menjawab panggilan Allah,  yakni panggilan yang terpatri dalam kodrat kita sebagai mahkluk yang diciptakan seturut gambar dan rupa Allah, Allah komunikasi dan persekutuan.</p>
<p>4.     Hasrat  saling berhubungan dan naluri komunikasi  yang  melekat dalam kebudayaan masa kini sungguh dipahami sebagai ungkapan kecenderungan mendasar dan berkelanjutan manusia modern untuk menjangkau keluar serta mengupayakan persekutuan dengan orang lain. Tatkala kita membuka diri terhadap orang lain,  kita sedang memenuhi hasrat kita yang terdalam dan menjadi lebih sungguh manusia.  Pada dasarnya, mengasihi adalah hal yang dikehendaki oleh Sang Pencipta.  Dalam hal ini, Saya tidak berbicara tentang hubungan sekilas dan dangkal, tetapi tentang kasih yang sesungguhnya, yang menjadi inti ajaran moral Yesus: &#8220;Kasihilah TuhanAllahmu dengan sepenuh hati, dengan seluruh jiwa raga,  dengan seluruh akal budimu dan dengan seluruh kekuatanmu&#8221; dan &#8221; kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri&#8221; (bdk. Mrk 12:30-31).  Dalam terang pemahaman ini, merenungi  makna teknologi baru sungguh penting, agar kita tidak sekadar menaruh pehatian pada kemampuannya yang tak dapat diragukan itu, tetapi terutama pada kwalitas isi yang disebarkan melalui media tersebut. Saya ingin mendorong semua orang yang berkehendak baik yang sedang bergiat di lingkungan komunikasi digital masa kini untuk sungguh membaktikan diri  dalam memajukan budaya menghomati, dialog dan persahabatan.</p>
<p>Oleh karena itu,  mereka yang bergiat dalam pembuatan dan penyebaran isi media baru  harus benar-benar menghormati martabat dan nilai pribadi manusia. Apabila teknologi baru dipergunakan untuk melayani kebaikan pribadi dan masyarakat,  semua penggunanya akan mengelakkan tukar menukar kata dan gambar yang merendahkan umat manusia, keintiman hubungan seksual, atau yang mengeksploitasi orang lemah dan menderita.</p>
<p>5.     Teknologi baru juga membuka jalan untuk dialog di antara orang-orang dari berbagai negara, budaya dan agama. Gelanggang digital baru yang disebut jagat maya, memungkinkan mereka untuk bertemu dan saling mengenal kebiasaan dan nilai-nilai mereka masing-masing. Perjumpaan-perjumpaan yang demikian, jika ingin berhasil guna, menuntut bentuk pengungkapan bersama yang jujur dan tepat disertai  sikap mendengar dengan penuh perhatian dan penghargaan.  Bila dialog bertujuan untuk memajukan pertumbuhan pengertian dan sikap setia kawan, ia harus  berakar pada ikhtiar mencari kebenaran sejati dan bersama. Hidup bukanlah sekadar rangkaian peristiwa dan pengalaman. Hidup adalah sebuah pencarian kebenaran, kebaikan dan keindahan. Untuk maksud inilah maka kita membuat pilihan; untuk maksud inilah maka kita meragakan kebebasan kita, dengan maksud inilah-yakni dalam kebenaran, dalam kebaikan dan dalam keindahan-kita menemukan kebahagiaan dan sukacita.  Kita tidak boleh membiarkan diri diperdaya oleh orang-orang yang memandang kita semata-mata sebagai konsumen sebuah pasar, yang dijejali dengan aneka ragam kemungkinan, yang mengubah pilihan menjadi barang, kebaruan mengganti keindahan dan pengalaman sukyektif menggantikan kebenaran.</p>
<p>6.     Gagasan tentang persahabatan telah mendapat pemahaman  baru  oleh munculnya kosa kata jaringan sosial digital  dalam beberapa tahun belakangan ini. Gagasan ini merupakan suatu pencapaian yang paling luhur dalam budaya manusia. Dalam dan melalui persahabatan, kita bertumbuh dan berkembang sebagai manusia. Karena itu,  persahabatan yang benar harus selalu dilihat sebagai  kekayaan  paling besar yang dapat dialami oleh pribadi manusia. Dengan ini, kita mestinya hati-hati memandang remeh gagasan atau pengalaman persahabatan. Sungguh menyedihkan apabila hasrat untuk mempertahankan dan mengembangkan persahabatan &#8216;on-line&#8217; mengorbankan kesempatan untuk keluarga, tetangga serta mereka  yang kita jumpai dalam keseharian di tempat kerja, di tempat pendidikan dan tempat rekreasi. Apabila hasrat akan jalinan maya berubah menjadi obsesi, maka hasrat itu akan memarjinalkan pribadi dari interaksi sosial sehari-hari sekaligus menghambat pola istirahat, keheningan dan permenungan yang berguna bagi perkembangan kesehatan manusia.</p>
<p>7.     Persahabatan adalah kekayaan terbesar manusia, tetapi nilai ulungnya bisa hilang apabila persahabatan itu dipahami sebagai tujuan itu sendiri. Sahabat harus saling mendukung dan saling memberi dorongan dalam mengembangkan bakat dan pembawaan mereka serta memanfaatkannya demi pelayanan umat manusia. Dalam konteks ini, sungguh membanggakan bila jejaring digital baru beriktiar memajukan kesetiakawanan umat manusia, damai dan keadilan, hak asasi manusia dan penghargaan terhadap hidup manusia serta kebaikan ciptaan. Jejaring ini dapat mempermudah  bentuk-bentuk kerjasama antar manusia dari  konteks geografis dan budaya yang berbeda serta membuat mereka mampu memperdalam rasa sepenanggungan demi kebaikan untuk semua. Karena itu, secara tegas kita harus menjamin bahwa dunia digital, dimana jejaring serupa itu dapat dibangun, adalah dunia yang sungguh terbuka untuk semua orang. Sungguh menjadi  tragedi masa depan umat manusia apabila sarana baru komunikasi  yang memungkinkan orang berbagi pengetahuan dan informasi dengan cara yang lebih cepat dan berdayaguna, tidak terakses oleh mereka yang terpinggirkan secara ekonomi dan sosial, atau apabila ia hanya membantu memperbesar kesenjangan yang memisahkan orang miskin dari jejaringan baru itu yang  justru dikembangkan bagi pelayanan sosialisasi manusia dan penyebaran informasi.</p>
<p>8.     Saya bermaksud menyimpulkan pesan ini dengan menyampaikan secara khusus kepada orang muda katolik untuk mendorong mereka memberikan kesaksian iman dalam dunia digital. Saudara dan Saudari terkasih, Saya meminta kepada anda sekalian untuk memperkenalkan nilai-nilai yang melandasi hidup anda ke dalam lingkungan budaya baru yakni budaya teknologi komunikasi dan informasi. Pada awal kehidupan gereja, para rasul bersama murid-muridnya  mewartakan  kabar gembira tentang Yesus kepada dunia orang Yunani dan Romawi. Sudah sejak masa itu, keberhasilan karya evangelisasi menuntut  perhatian yang seksama dalam memahami kebudayaan dan kebiasaan bangsa-bangsa kafir  sehingga kebenaran Injil dapat menjamah hati dan pikiran mereka. Demikian juga pada masa kini, karya pewartaan Kristus  dalam dunia teknologi baru menuntut suatu pengetahuan yang mendalam tentang dunia jika teknologi itu dipergunakan untuk melayani perutusan kita secara berdayaguna.</p>
<p>9.     Kepada anda kalian, orang-orang muda, yang memiliki  hubungan spontan terhadap sarana baru komunikasi, supaya bertanggungjawab terhadap evangelisasi &#8216;benua digital&#8217; ini.  Pastikan untuk mewartakan Injil  ke dalam dunia jaman sekarang  dengan penuh semangat. Kamu mengetahui kecemasan dan harapan mereka, cita-cita dan kekecewaan mereka.  Hadiah terbesar yang dapat kalian berikan kepada mereka adalah berbagi dengan mereka &#8220;kabar gembira&#8221; Allah yang telah menjadi manusia, yang menderita, wafat dan bangkit kembali untuk menyelamatkan semua orang. Hati umat manusia sedang haus akan sebuah dunia dimana kasih meraja,  dimana anugerah dibagikan dan dimana jati diri ditemukan dalam bentuk persekutuan yang saling menghargai.  Iman kita mampu menjawab harapan-harapan itu.  Semoga kamu menjadi bentaraNya! Ketahuilah, Bapa Suci memberkati anda dengan doa dan berkatnya</p>
<p>Vatikan, 24 Januari 2009, pesta Santo Fransiskus de Sales</p>
<p>Paus Benediktus XVI</p>
<p><em>Ilustrasi foto diambil dari </em><a href="http://vehicle-tracking-aeromark.com/workflow_dynmx/index.php">vehicle-tracking-aeromark.com</a></p>
<div class="ilsb-parent ilsb-arial"><a href="#" class="ilsb ilsb-share">bagikan kabar gembira ini..</a><br /><div class="ilsb-child"><span><a rel="nofollow" href="http://parokiarnoldus.org/index.php/feed/" class="ilsb ilsb-subscribe" title="Subscribe to RSS" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/&amp;title=Teknologi+Baru%2C+Relasi+Baru%3A+Memajukan+Budaya+Menghormati%2C+Dialog+dan++Persahabatan" class="ilsb ilsb-digg" title="Add to Digg" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://del.icio.us/post?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/&amp;title=Teknologi+Baru%2C+Relasi+Baru%3A+Memajukan+Budaya+Menghormati%2C+Dialog+dan++Persahabatan" class="ilsb ilsb-delicious" title="Add to del.icio.us" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/" class="ilsb ilsb-facebook" title="Share on Facebook" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span><span><a rel="nofollow" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/&amp;title=Teknologi+Baru%2C+Relasi+Baru%3A+Memajukan+Budaya+Menghormati%2C+Dialog+dan++Persahabatan" class="ilsb ilsb-stumbleupon" title="Add to StumbleUpon" onclick="window.open(this.href, '_blank', 'scrollbars=yes, menubar=no, border=0, height=600, width=800, resizable=yes, toolbar=no, location=no, status=no'); return false;" ></a></span></div></div><h4>Pengunjung menemukan artikel ini dengan kata kunci:</h4><ul><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/" title="hari komunikasi sedunia">hari komunikasi sedunia</a> (6)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/" title="maksud dunia teknologi digital">maksud dunia teknologi digital</a> (3)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/" title="dialog persahabatan 6 orang">dialog persahabatan 6 orang</a> (3)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/" title="manfaat kebudayaan">manfaat kebudayaan</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/" title="hubugan teknologi digital dengan manusia">hubugan teknologi digital dengan manusia</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/" title="pengertian sikap menghormati">pengertian sikap menghormati</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/" title="dialog tentang persahabatan">dialog tentang persahabatan</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/" title="maksud dari relasi dalam php">maksud dari relasi dalam php</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/" title="relasi manusia yang berbeda budaya">relasi manusia yang berbeda budaya</a> (2)</li><li><a href="http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/" title="Teknologi menciptakan kebudayaan baru">Teknologi menciptakan kebudayaan baru</a> (2)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.338 ms -->

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2010/06/relasi-kasih-allah-tritunggal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Relasi Kasih Allah Tritunggal'>Relasi Kasih Allah Tritunggal</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/09/pelantikan-pengurus-baru-putra-altar-putri-sakristi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pelantikan Pengurus Baru Putra Altar Putri Sakristi'>Pelantikan Pengurus Baru Putra Altar Putri Sakristi</a></li>
<li><a href='http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/10/ikutan-yuk-dalam-dialog-interaktif-orang-muda-katolik-se-kaj/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ikutan Yuk Dalam Dialog Interaktif Orang Muda Katolik Se-KAJ'>Ikutan Yuk Dalam Dialog Interaktif Orang Muda Katolik Se-KAJ</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parokiarnoldus.org/index.php/2009/07/teknologi-baru-relasi-baru-memajukan-budaya-menghormati-dialog-dan-persahabatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
